3 Siswa di Batam Kembali Positif Covid-19, Rudi: Guru Harus Rewel untuk Penerapan Prokes

  • Whatsapp
Ekonomi
Walikota Batam, Muhammad Rudi. (Dok)

Batamline.com, Batam – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, kembali mengumumkan tiga siswa tambahan yang positif Covid-19.

Ketiga siswa tersebut berada di kawasan Mainland. Sehingga, jumlah siswa yang terpapar saat ini sebanyak 6 orang.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang diterima, ketiga siswa yang dimaksud ialah ASI (9), beralamat di Kawasan City Garden, Batam Kota, yang mengalami keluhan batuk berdahak selama tiga hari, serta pilek dan demam.

Siswa kedua berinisial NZA (12), AFH (10), beralamat di Perum Anggrek Mas, Batam Kota, yang melakukan SWAB/PCR tanpa adanya keluhan.

Mereka merupakan siswa dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Muhajirin, Dotamana, Batam Kota yang saat ini sudah menghentikan proses belajar tatap muka.

Baca: Diputusin Pacar yang Bekerja di Tempat Hiburan Malam, WNA Jepang Ditemukan Tewas Tergantung di Batam

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, kasus terkonfirmasi Covid-19 tersebut bukan merupakan klaster sekolah, karena peserta didik yang terinfeksi dari pihak orangtua.

Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta agar saat ini para guru dapat lebih tegas dalam menegur siswa mengenai penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Hal ini dilontarkannya, guna mencegah adanya cluster sekolah, setelah proses vaksinasi 3.445 guru dilaksanakan.

“Kalau sekolah tatap muka ini bermasalah, akan jadi susah. Ini kepentingan kita, dari level bawah ke atas. Saya titip anak-anak, guru harus rewel tak masalah yang penting protokol kesehatan diterapkan,” tegasnya, Selasa (6/4/2021).

Rudi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengecek langsung ke beberapa sekolah di Batam.

Ia tak memungkiri masih terdapat beberapa sekolah lengah seperti masih adanya pedagang yang berada di sekitar sekolah.

“Guru harus tegas agar sekolah tatap muka kita pertahankan. Jangan anggap remeh sekolah tatap muka ini, protokol kesehatan di sekolah harus diperketat,” katanya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *