Heboh Rujak Cingur Berasal dari Mesir, Ini Kata Pedagang dan Pengamat Kuliner Indonesia

  • Whatsapp
berasal dari Mesir
Rujak cingur (ist)

Batamline.com, Kuliner – Beberapa waktu lalu, sebuah hikayat tentang rujak cingur beredar dan menjadi perdebatan. Dalam hikayat tersebut disebut jika rujak cingur berasal dari Mesir.

Hikayat yang beredar, konon katanya Raja Fir’aun Hanyokrowati sedang bertahta kala itu di Mesir, mengadakan sayembara. Raja mengatakan akan mengabulkan apapun permintaan orang yang bisa membuatkan makanan lezat untuknya.

Lalu seorang dengan nama Abdul Rozak datang dan membuatkan makanan yang terbuat dari cingur unta. Karena berhasil memuaskan lidah Raja, Abdul Rozak diberi kapal laut sesuai permintaannya. Kemudian Abdul Rozak mengembara menggunakan kapal dan berlabuh di Surabaya. Di sana, Abdul Rozak disebut-sebut menyebarkan resep rujak cingur.

Bahkan kata ‘rujak’ disebut-sebut diambil dari nama ‘Rozak’. Namun hal ini dibantah oleh masyarakat Surabaya.

Pedagang di Kota Pahlawan menyebut rujak cingur dari Madura. Menurut pemilik Rujak Cingur Genteng Durasim, Hendri Sudikto menyebut jika rujak cingur aslinya dari Madura yang dibawa ke Surabaya.

Baca: Gereja HKBP Lubukbaja Santuni Jemaatnya yang Terdampak Covid-19

“Aslinya dari Madura terus dibawa ke sini (Surabaya). Nenek saya saja berjualan sudah dari tahun 1938. Setelah 1945 baru diganti Ibu Tami dan beliau almarhum tahun 1977 yang ganti saya tahun 1985,” kata Hendri dilansir dari detikcom.

Hendri yang mengaku tidak mengetahui cerita tentang rujak cingur berasal dari Mesir dan menjadi makanan favorit raja menduga, makanan di Mesir tersebut hanya mirip dengan rujak cingur.

Bahkan ia menambahkan, pada zaman Belanda terdapat makanan dengan nama rujak. Tetapi isi dan rasanya berbeda dengan rujak cingur.

“Waktu zaman Belanda dulu nenek saya jual rujak gobet, mungkin gitu kayak sama. Kalau Firaun saya gatau,” ujarnya.

Ia melanjutkan, rujak cingur menggunakan petis. Menurutnya, zaman Firaun mungkin tidak ada petis di Mesir.

“Firaun kan sebelum Masehi, ya ga tahu cerita orang-orang. Mungkin pas persis saja. Mungkin petisnya bukan petis rujak cingur. Tapi bumbu merah kayak gado-gado,” jelasnya.

Ia juga menceritakan, rujak cingur khas Surabaya karena petisnya yang nikmat. Sebab, petis yang dipakai bukan hanya dari Madura, melainkan kombinasi dari beberapa daerah.

“Orang Madura di sana nggak laku. Terus dibawa ke Surabaya. Karena ada petisnya, terus dicampur petis dari Surabaya dan Sidoarjo,” tambahnya.

Pengamat Sebut Rujak Cingur Berasal dari bagian utara Jawa Timur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *