Kebijakan Baru: Tidak Ada Lagi Isoman, Positif Covid-19 Langsung Dikarantina!

  • Whatsapp
isoman
ilustrasi/ist

Batamline.com, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengeluarkan kebijakan ditiadakannya isolasi mandiri (Isoman) bagi pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Hal itu, dilakukan sebagai upaya menekan laju perkembangan Covid di Kota Batam.

“Semua pasien postif kini harus karantina di rumah sakit,” ujar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, Kamis (3/2/2022).

Bacaan Lainnya

Langkah ini, kata Amsakar, dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan dan memutus mata rantai penyebaran kasus. Apalagi varian Omnicron yang penyebarannya sangat cepat.

“Karena ini lah Isoman tidak ada lagi. Semua kami angkut dan bawa ke rumah sakit, agar memudahkan dalam pengawasan,” katanya.

Tidak hanya itu, dalam Surat Edaran (SE) Walikota Batam terbaru, Pemko Batam juga menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah, serta tim PPKM yang sudah dibentuk untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanan berbagai kegiatan.

Baca: Zauwiyah, Caleg Gagal di Karimun Ditangkap Polisi! Diduga Gelapkan Motor

“Saya sudah telepon para Camat untuk mengintensifkan lagi pengawasan. Tim yang sudah dibentuk turun lebih intens untuk mengingatkan warga terkait Protkes,” kata dia.

Begitu juga dengan Dinas Kesehatan saat ini, yang sudah meningkatkan tracing dan testing kepada kontak erat pasien terkonfirmasi positif. Hal itu sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setiap satu kasus positif dilakukan minimal 15 tracing kepada kontak erat.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan Dinkes, ini sudah dijalankan bahkan satu kasus tracing dan testing sampai 24 orang. Segitunya tim kesehatan berupaya agar kasus ini bisa dihentikan laju penyebarannya,” terangnya.

Dalam dua Minggu terakhir ini, dari 60 kasus yang terdeteksi, 50 persen diantaranya Probable Omnicron. Sehingga masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Protkes).

Baca: Istri Kim Jong-Un Muncul Lagi ke Publik Setelah Sempat Menghilang Selama 5 Bulan

“Hal yang selama ini dikhawatirkan akhirnya juga masuk ke Batam. Omicron ini sebarannya cepat, walaupun secara medis disebut tingkat mematikannya rendah. Tetapi tingkat sebaran ini yang harus diwaspadai, dan diantisipasi secepatnya,” paparnya.

Ia berharap, proses tracing dan testing yang semakin banyak dilakukan tim kesehatan dapat menekan laju pertumbuhan Covid di Batam.

“Mudah-mudahan saat di tracing dan testing ini angkanya tidak siginifikan. Karena satu orang ini yg kontak erat itu harus dikejar sampai 15 orang. Kalau hari ini ada 18 orang, minimal yang ditracing dan testing 18 dikalikan 15 orang. Tentu kalau protkesnya jalan laju angka penyebaran bisa dikendalikan,” tutupnya. (dva)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.