Kompolnas Sebut Banyak yang Belum Mengerti Terkait Proyek Rempang Eco-City: Perlu Sosialisasi Masif

Kompolnas turun ke Batam
Benny Mamoto bersama rombongan


Batamline.com, Batam – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun ke Batam pasca bentrok petugas dengan aksi massa masyarakat Melayu Rempang di Jembatan IV Barelang, Pulau Rempang Kota Batam dan di depan BP Batam beberapa hari yang lalu, .

Kedatangan rombongan Ketua Harian (Kompolnas), Irjen (Purn) Benny Mamoto beserta rombongan untuk melihat langsung kondisi Batam pasca kericuhan tersebut. Dan, melihat mencari tahu kronologi peristiwa tersebut secara utuh.

Read More

Benny Mamoto dan rombongan sudah dua hari di Batam. Ia diutus langsung oleh Menkopolhukam, Mahfud MD. Mereka telah mendatangi lokasi kericuhan di Rempang dan bertemu dengan masyarakat setempat yang terdampak relokasi.

Setelahnya, Rombongan beranjak ke Polda Kepri, Bp Batam, dan Polresta Barelang.

“Kami hadir hari ini untuk melihat kondisi Batam pasca aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Senin kemarin,” ujarnya.

Di Mapolresta Barelang, Benny Mamoto juga sempat berkomunikasi langsung dengan pendemo yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Sat Reskrim Polresta Barelang.

“Jadi awalnya, aksi unjuk rasa berlangsung damai sampai Kepala BP Batam menemui massa. Lalu setelah Rudi meninggalkan massa, datang penyusup yang menjadi provokator, sehingga terjadi bentrok,” kata Benny.

“Kesimpulan kami, masyarakat Rempang sendiri banyak yang belum mengerti dan paham terkait proyek ini. Sehingga perlu sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat setempat,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Purnawirawan Jenderal Polisi Bintang Dua ini juga berharap Pemerintah Pusat melalui BP Batam dapat segera menemukan solusi terbaik dalam pengembangan salah satu Program Strategis Nasional 2023 ini.

“Harapan kami semoga ke depannya segera didapatkan solusi terbaik demi kelancaran proyek pengembangan Rempang Eco-City ini,” harap Irjen (Purn) Benny Mamoto.

Terpisah, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari rombongan Kompolnas yang dipimpin oleh Irjen (Purn) Benny Mamoto selaku Ketua Harian Kompolnas.

Rudi juga menjelaskan kronologis beberapa kejadian terkait pengembangan Rempang Eco-City yang telah terjadi beberapa waktu ini.

Rudi juga mengatakan bahwa pihaknya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di Kota Batam akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi seluruh poin yang menjadi hak masyaraat Pulau Rempang yang terdampak proyek ini sehingga harus di relokasi.

“Kami disini (BP Batam) berupaya memenuhi hak masyarakat terdampak relokasi, seperti pemberian rumah tipe 45 senilai 120 juta Rupiah per Kepala Keluarga (KK) di tanah seluas maksimal 500 m2 hingga legalitas tanah dan rumah itu sendiri,” terang Rudi dihadapan rombongan Kompolnas yang hadir.

Rudi turut berharap melalui relokasi ini kesejahteraan masyarakat Pulau Rempang juga dapat meningkat.

“Saya tentu berharap melalui momentum pembangunan ini, masyarakat Pulau Rempang bisa semakin sejahtera kedepannya,” ujar orang nomor satu di Batam ini.

Turut hadir mendampingi Kepala BP Batam dalam pertemuan ini, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro serta Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *