Opini: Menjembatani Kebutuhan dari Ragam Unik Peserta Didik Abad 21 Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi

tantangan dalam mengajar
foto: ilustrasi/Cahyo Aji

Tanjungpinang – Setiap peserta didik di kelas memiliki perbedaan masing-masing. Guru selalu dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mengajar dan sering kali harus membuat keputusan dengan cepat.

Melihat perbedaan yang ada antara satu peserta didik dengan peserta didik lainnya, jelas diperlukan adanya pembelajaran yang berdiferensiasi.

Read More

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pendidikan yang menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta didik. Pendekatan ini berusaha untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan relevan bagi setiap peserta didik, mengakui bahwa setiap anak memiliki cara belajar dan kecepatan pemahaman yang berbeda-beda.

Tujuan utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk memastikan bahwa semua peserta didik, terlepas dari perbedaan mereka, dapat mencapai potensi maksimalnya.

Howard Gardner (1993) mendefinisikan intelegensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata.

Pada teori multiple intelligences ini disebutkan ada delapan bentuk kecerdasan. Kedelapan kecerdasan tersebut, yaitu kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan logis matematis, kecerdasan spasial-visual, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan musical, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan naturalis.

Dapat dipahami bahwa intelegensi menurut Howard Gardner adalah kemampuan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan akademik tradisional. Maka, teori multiple intelligences menunjukkan bahwa intelegensi adalah konsep yang kompleks yang mencakup berbagai aspek kemampuan manusia yang beragam. Hal ini juga menekankan pentingnya pendidikan yang memperhatikan dan mengembangkan berbagai jenis kecerdasan pada setiap individu.

Contoh Keragaman Anak di SMP Negeri 7 Tanjungpinang

Peserta didik di SMP Negeri 7 Tanjungpinang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan etnis yang berbeda-beda, seperti Melayu, Jawa, Bugis dan lain sebagainya. Perbedaan latar belakang ini menambah dinamika dalam kelas sehingga guru dapat mengimplementasikan strategi pengajaran yang sesuai dalam memenuhi kebutuhan beragam peserta didik.

Related posts