Pemuda Tewas Saat Latihan Silat, Kejang-kejang Usai Terima Pukulan dan Tendangan Pelatih

  • Whatsapp
ilustrasi silat
Ilustrasi/ist

Batamline.com, Karanganyar – Seorang pemuda di Karanganyar meninggal dunia dalam latihan silat. Pria tersebut tewas setelah menerima tendangan dan pukulan dalam sesi latihan penguatan fisik.

Korban diketahui berinsial AH (21), warga Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Dia latihan di lapangan Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo tersebut, diikuti sejumlah pelatih dan anggota perguruan silat pada Kamis (5/5/2022) malam.

Korban mengalami kejang-kejang usai menerima pukulan dan tendangan salah seorang pelatih. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kerjo, namun nyawa korban tidak terselamatkan.

Kepolisian Resor (Polres) Karanganyar menetapkan pelatih silat berinisial S menjadi tersangka kasus meninggalnya korban saat lantihan silat.

Kasi Humas Polres Karanganyar, AKP Agung Purwoko mengatakan, penetapan S sebagai tersangka setelah terkumpul alat bukti dalam kasus tersebut.

“Pihak penyidik Satreskrim Polres Karanganyar menetapkan satu orang tersangka berinisial S,” kata AKP Agung Purwoko, di Polres Karanganyar, Sabtu (7/5/2022).

“Kami sudah memiliki dua alat bukti cukup kuat. Namun tidak bisa diungkapkan guna penyelidikan dan pembuktian saat pengadilan,” sambungnya.

Agung menjelaskan, tersangka S yang merupakan pelatih silat menendang dan memukul korban saat melakukan latihan silat di lapangan Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah.

“Melakukan tindakan kekerasan, memukul dan menendang korban. Tersangka saat ini sudah ditahan di tahanan Polres Karanganyar,” ujar dia.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerak dengan Pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) penganiayaan dan kealfaan.

“Dijerat pasal 351 ayat 3 ancaman penjara 15 tahun dan subsider pasal 359 KUHP ancaman penjara 5 tahun,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito, mengatakan korban diduga meninggal dunia setelah mendapat pukulan dan tendangan saat latihan penguatan fisik.

“Dalam perkara ini sudah memeriksa 11 saksi. Dari hasil keterangan sementara saksi menyebutkan korban sempat menerima pukul dan tendangan salah satu pelatih, kemudian seketika itu korban jatuh dan kejang-kejang,” kata Kompol Purbo Adjar Waskito di Karanganyar, Jumat (6/5/2021).

Pemukulan dan tendangan yang dilaksanakan S diperkirakan di bagian badan bagian depan.

“Keterangan saksi ke arah badan, bisa dari dada ke perut, kearah badan depan. Tangan kosong pukul dan tendangan. Kalau jumlah masih kita dalami. Tentunya saksi beda-beda keterangan karena kondisi malam juga dan semua tidak fokus ke korban,” jelasnya. (*)

Dilansir: Kompas.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.