Salah Antar Pesanan, Bukannya Minta Maaf Driver Ojol Ini Pukul Pelanggan

  • Whatsapp
Ojol

Batamline.com, Viral – Seorang driver ojek online (ojol) pukul pelanggan. Pasalnya, pelanggannya komplain dan tidak mau menerima makanan yang diantar karena tidak sesuai orderan.

Kasus ini terjadi di Singapura dan viral. Dilansir dari AsiaOne (11/05), kisah ini berawal dari pelanggan bernama Chen yang memesan makanan untuk makan siang dengan total harga SGD 26 (Rp 272.000) melalui aplikasi GrabFood Singapura.

Bacaan Lainnya

Chen yang tinggal di daerah Bukit Panjang, mengaku pesanannya sampai satu jam kemudian. Setelah ia buka, ternyata pesanan makanannya salah semua. Tampaknya driver ojol yang mengantarkan pesanan makannya, tertukar dengan pesanan pelanggan lain yang ditanganinya dalam waktu bersamaan.

Karena merasa bukan makanan pesanannya, ia memutuskan untuk membatalkan pesanan tersebut agar dia bisa memesan makanan ulang. Namun Chen mengatakan bahwa driver ojol itu jadi marah dan langsung pergi begitu saja, Chen mengejarnya untuk bertanya mengapa dia tidak mau membantunya.

Saat itu Chen langsung dipukul oleh driver ojol tersebut.

“Dia menyerang wajah saya, kemudian memukul kaca mata saya. Ia juga memukul tulang selangka saya sebanyak 2-3 kali,” ungkap Chen, yang sudah mencoba membela diri dengan menangkis pukulan driver ojol menggunakan tangannya.

Baru ketika Chen kabur ke rumahnya, driver ojol itu pergi. Chen sendiri sama sekali tidak menyalahkan driver ojol ini karena kesalahan pengantaran makanan yang dilakukannya. Chen sadar bahwa driver ojol mengalami banyak tantangan dan masalah setiap harinya.

Ia juga tidak membutuhkan permintaan maaf dari driver ojol itu. Karena luka-lukanya sendiri tidak ada yang serius. Hanya saja dia masih tidak habis pikir, mengapa driver itu harus menggunakan kekerasan, apakah karena stress dan tekanan dari pekerjaannya.

Chen lalu menjelaskan alasan mengapa ia tidak mau menukar pesanan makanan yang salah itu, dengan pelanggan yang satunya.

“Saya tidak tahu apakah makanan saya sudah dibuka oleh pelanggan satunya. Dengan pandemi COVID-19 ini, saya rasa itu bukan hal yang dianjurkan,” jelasnya.

Menanggapi hal ini perwakilan Grab Singapura tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Mereka sudah memberhentikan driver tersebut untuk sementara waktu. Grab Singapura menegaskan bahwa hal-hal seperti ini tidak bisa ditoleransi di perusahaan mereka. (*)

Dilansir: Detikcom

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.