Batamline.com, Batam – Penjual tisu di Batam, Sudana Abdullah alias Cobra cabut laporan polisi terkait kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya di Simpang Laluan Madani, Kecamatan Lubukbaja. Dimana dalam peristiwa itu, dia mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam yang mengakibatkannya terluka di bagian kepala.
Pencabutan laporan polisi itu dilakukan Cobra dua hari jelang hari raya Idul Fitri 2025, setelah dia mendapat nasihat dari orangtuanya.
Abdullah mengaku sempat memikirkan perkataan ibunya selama beberapa hari, sebelum resmi mendatangi Polresta Barelang dengan dibantu dan difasilitasi mantan Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah.
“Ibu bertanya ke saya tentang bagaimana perasaan saya saat ayah meninggal. Beliau juga menanyakan bagaimana nanti perasaan istri dan anak yang saya laporkan walau mereka telah menganiaya saya,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).
Abdullah mengaku meminta bantuan mantan Kapolda Kepri, dikarenakan kebaikan yang kerap diterima Abdullah selama Yan Fitri menjabat dan mengenal Abdullah secara pribadi.
Dalam proses damai yang berlangsung di Polresta Barelang, Abdullah menyebut hanya empat orang pelaku yang hadir dari total 10 orang pelaku.
“Karena saya mau semuanya berjalan secara terbuka bang, untuk itu saat pencabutan laporan saya pribadi sempat mendatangi pak Yan dan meminta bantuan untuk mendampingi saya ke polres,” kata dia.
Sudana Abdullah alias Cobra viral di Batam dengan aksi beladiri yang ditampilkannya saat berjualan tisu di Simpang Laluan Madani. Ia mempertunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan tongkat bak seorang ahli beladiri kungfu.
Sebelumnya, kasus penganiayaan ini terjadi pada Rabu (26/3/2025) lalu. Saat itu, dia hendak mengambil peralatan berjualan di belakang Pos Polantas, tiba-tiba ditarik oleh para petugas Dinsos yang baru saja tiba di lokasi.
Dia sempat mencoba meloloskan diri dari petugas. Namun naas, dia mengalami luka di bagian kaki dan tangan, serta bocor di bagian kepala setelah tertabrak mobil yang melintas saat hendak melarikan diri. (pye)