SKK Migas dan KKKS Kepri Berdialog Bersama 8 Organisasi Wartawan

  • Whatsapp
Migas

Batamline.com, Batam – Setelah dua tahun hanya bersilahturahmi melalui online, SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P), Premier Oil – A Harbour Energy Company, Star Energy (Kakap) Ltd. dan KUFPEC Indonesia (Anambas) B.V. kembali bersilaturahim secara tatap muka dengan delapan organisasi wartawan di Kepri, Kamis (23/6/2022) di Batam.

Delapan organisasi tersebut adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Indepen (AJI), Ikatan Jurnalis TV Idonesia (IJTI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Bacaan Lainnya

Acara ini dihadiri Direktur Eksekutif ReforMiner, Komaidi Notonegoro, Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumatera Bagian Utara Yanin Kholison dan jajarannya serta, perwakilan manajemen masing-masing KKKS.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan dialog seputar isu perkembangan industri hulu migas di masa transisi energi dan peran penting media massa dalam mendukung Pemerintah menciptakan iklim investasi yang menarik bagi investor.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif ReforMiner, Komaidi Notonegoro memaparkan tentang perkembangan terkini industri hulu migas dan peran media massa dalam mendukung Pemerintah Mencapai Target Produksi Migas Nasional 2030.

VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi mewakili KKKS mengatakan, SKK Migas dan KKKS menyadari peran penting media dalam mendukung kelancaran operasi  migas untuk ketersediaan energi serta mencapai target Pemerintah sebesar 1 juta barrels dan 12 BSCFD gas di 2030.

“Kami juga mengapresiasi pemberitaan rekan media selama ini yang membantu menciptakan citra positif industri kami dengan berita-berita yang berimbang,” ujar Arif.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison menyampaikan program pengeboran sumur pengembangan di tahun 2022 terbanyak ada di wilayah kerja KKKS di Sumbagut.

Berdasarkan data work, program & budget (WPnB) 2022, sebanyak 69% dari total program pengeboran sumur pengembangan di seluruh Indonesia yang berjumlah 790 sumur berada di wilayah kerjanya dan untuk Provinsi Kepulauan Riau berkontribusi sebanyak 16 sumur pengembangan.

Tidak hanya itu, Wilayah Kepulauan Riau juga turut memberikan kontribusi dalam penyediaan fasilitas penunjang hulu migas melalui Fabrikasi yang ada di Batam dan Bintan dan baru-baru ini dua fasilitas tersebut telah onstream untuk Hiu Phase-2 dan Sail Away untuk Project MAC.

“Untuk itu, kami tentunya mengharapkan dukungan penuh dari wartawan dan organisasi media untuk kelancaran operasional hulu migas di Provinsi Kepulauan Riau sehingga target satu juta barel dan 12 BSCFD di tahun 2030 dapat tercapai,” imbuh Yanin.

Sementara itu, Ketua PWI Kepulauan Riau Candra Ibrahim mewakili organisasi media menyampaikan terima kasih atas perhatian dari SKK Migas dan KKKS Wilayah Kepri dengan para wartawan, perhatian ini dibuktikan ini dibuktikan seringnya melakukan edukasi tentang industri hulu migas. Hal ini selain menambah wawasan untuk wartawan juga dapat dipublikasi untuk menambah pemahaman masyarakat lewat media. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.