Tersangka Penggelapan Sujud Syukur Setelah Bebas Melalui Program RJ, Kajari Batam: Jangan Diulangi

restoratif justice
Tersangka sujud syukur setelah bebas

Batamline.com, Batam – Edy Salim tak kuasa menahan tangis begitu mendapat kabar bahagia. Tersangka kasus penggelapan sepeda motor itu langsung sujud syukur setelah mendapat kabar jika dia bebas melalui program Restorative Justice (RJ) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kamis (4/7/2024).

Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) itu diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, I Ketut Kasna didampingi, Kasubsi Pra Penuntutan Bidang Tindak Pidana Umum, Ajudian Syafitra selaku fasilitator.

Read More

“Proses Restorative Justice telah disetujui oleh JAM Pidum Kejaksaan Agung RI,” kata Kajari Batam, I Ketut Kasna.

Kasna mengatakan, Edy merupakan tersangka kasus penggelapan sepeda motor milik perusahaan tempatnya bekerja. Ia menggadaikan sepeda motor Honda Beat sebesar Rp 1,3 juta untuk keperluan dapur sehingga, menyebabkan perusahaannya merugi Rp 18 juta. Akibatnya, dia pun dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

“Syarat-syarat telah terpenuhi berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dan Surat Edaran JAM Pidum Nomor: 01/EJP/02/2022 tentang pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif perkara tindak pidana dengan tersangka Edy Salim,” jelasnya.

Alasan penghentian penuntutan ini diantaranya, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Selain itu, tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari lima tahun.

“Dalam RJ tersebut telah ada kesepakatan perdamaian antara korban dan tersangka, telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui ekspos virtual yang diikuti oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau beserta Asisten Bidang Tindak Pidana Umum, Koordinator, Kasi Pada bidang Pidum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Kepala Kejaksaan Negeri Batam dan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Batam,” bebernya.

Kasna menjelaskan, RJ adalah upaya mengembalikan keadaan semula, yang hanya bisa didapat satu kali seumur hidup dengan perkara yang ancaman di bawah lima tahun.

“Syarat wajib RJ harus mendapat maaf dari korban dan hanya berlaku satu kali, jadi jangan diulangi dan jangan sampai melakukan tindak pidana lagi,” pungkasnya. (jim)

Related posts