Totalitas Pengabdian Untuk Agama dan Negeri, AKP Putra Perwira Polda Kepri Dirikan Rumah Tahfidz di Batam

AKP Siswanto Eka Putra
AKP Siswanto Eka Putra dirikan rumah tahfidz di Batam

Batamline.com, Batam – AKP Siswanto Eka Putra ingat betul pesan orangtuanya, bahwa tidak harus menjadi ustadz atau kiai untuk jadi orang baik. Karena itu, lewat profesinya sebagai anggota Polri, dia pun mengabdikan dirinya kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan positif, di antaranya dengan mendirikan rumah Tahfidz Alquran.

AKP Siswanto Eka Putra atau yang akrab disapa Putra ini merupakan anggota Polri yang berdinas di Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Kepri. Putra mendirikan Rumah Tahfidz Alquran Raudhatu Jannati Insani yang berada di Perumahan Taman Raya, Batam Center, Batam dengan harapan menghadirkan calon imam besar dan penghafal Alquran.

Read More

Rumah Tahfidz resmi beraktifitas sejak enam bulan lalu. Hingga saat ini, sudah lebih 20-an santri yang menuntut ilmu di Rumah Tahfidz ini. Saat ini, ustad Ahmad Fifa’i menjadi pengajar sekaligus pengasuh Rumah Tahfidz Raudhatul Jannati Insani ini.

AKP Siswanto Eka Putra
AKP Siswanto Eka Putra dirikan rumah tahfidz di Batam
AKP Siswanto Eka Putra
AKP Siswanto Eka Putra dirikan rumah tahfidz di Batam

“Saya mendirikan Rumah Tahfidz ini semata-mata karena Allah. Saya berharap, dengan adanya Rumah Tahfidz ini, akan muncul imam-imam besar nantinya, yang tentunya akan sebagai suluh dalam agama Islam,” ujar Putra.

Selain itu, pria kelahiran Kampar, Riau ini menjelaskan, santri-santri yang belajar hafidz Quran tidak dibebani biaya apapun. “Tidak ada patokan biaya belajar Alquran di sini. Dan untuk bisa belajar syaratnya harus sudah bisa membaca Alquran,” ujar pria kelahiran tahun 1980 tersebut.

Saat ini, santri yang belajar di Rumah Tahfidz ini selain dari warga sekitar, juga berasal dari beberapa wilayah di Batam. Rencananya usai Lebaran ini, beberapa santri akan tinggal di Rumah Tahfidz tersebut. Hal ini agar proses pembelajaran bisa berjalan maksimal.

“Mohon doanya semoga ke depannya Rumah Tahfidz ini bisa berkembang dan menghasilkan penghafal Alquran yang hebat,” harapnya.

Putra menceritakan, saat awal mendirikan Rumah Tahfidz ini, ia menggunakan dana pribadi. Bersama sang istri, mereka bahu-membahu membangun tempat menuntut ilmu agama ini. Diperjalanan, ternyata banyak rekan bahkan komandan Putra turut berpartisipasi membantu berjalannya Rumah Tahfidz tersebut.

“Alhamdulillah, ada rekan kerja bahkan komandan kami yang kerap memberi sumbangan. Support besar juga di berikan Kapolda Kepri Irjen Yan Fitri Alimasyah dan Waka Polda Brigjen Asep Safrufin. Semoga bantuan yang kami dapat menjadi amal jariyah yang tak pernah putus untuk yang sudah membantu kami,” ungkapnya.

Ditambahkan Putra, terngiang nasehat orangtuanya, untuk berbakti atau untuk menjadi orang baik itu nggak harus jadi kiai, nggak harus jadi ustad. “Jadi apapun,  yang penting beriman kepada Allah,” ucapnya.

Kemudian bisa menjadi sebab kebaikan, dalam konteks luas artinya apapun potensi yang ada dalam diri bisa digunakan untuk mengajak kebaikan, menjadi sebab kebaikan-kebaikan.

“Yang jelas ini salah satu jalan untuk mengabdi, baik kepada Allah, kepada negeri, kepada sesama dan seterusnya,” imbuhnya.

Putra juga berharap disisa usianya, Allah melimpahkan keberkahan pada dirinya dan keluarga. Dan disela-sela kesibukannya sebagai abdi negara, Putra tetap menyempatkan diri memantau dan mengontrol kegiatan santri dalam menuntut ilmu agama.

“Bahagia rasanya melihat anak-anak begitu giat dan semangat menghapal Alquran. Bahkan ada santri kami kemain diundang ke Penang, Malaysia untuk menjadi Imam. Tak hanya itu, dua Santri juga meraih juara di kegiatan MTQ Kota Batam beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Related posts