Utusan Sarumaha: Batam Harus Bebas Pemberangkatan TKI Non Prosedural

  • Whatsapp
Pohon calon TKI
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha (dok)

Batamline.com, Batam – Tujuh calon TKI yang hilang dalam kecelakaan laut di perairan Pulau Putri Nongsa belum ditemukan. Pencarian terhadap calon TKI yang berangkat secara non prosedural itu masih terus dilakukan.

Belum diketahui siapa yang bertanggungjawab dalam kasus ini. Tim SAR gabungan masih fokus dalam pencarian korban.

Bacaan Lainnya

Bukan kali pertama, musibah yang menimpa calon TKI saat hendak berangkat ke negeri tetangga sudah kerap terjadi. Rata-rata, para korban berasal dari zona Indonesia bagian Tengah dan Timur. Mereka berangkat ke Malaysia dan Singapura melalui Batam menggunakan tekong atau penyalur tenaga kerja tidak resmi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha pihak berwajib untuk mengungkap kasus penyelundupan TKI ini hingga tuntas. Tak hanya polisi, namun tugas ini merupakan tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Maka dari itu, dia meminta OPD menindak tegas tekong yang merupakan penyuplai TKI ilegal ini. Semua OPD harus sinergi dalam menekan angka pengiriman TKI ilegal.

“Dengan adanya kejadian tenggelamnya kapal kemarin, ini menandakan Batam menjadi jalur TKI,” katanya.

Sehingga, hal ini harus menjadi perhatian serius dalam penindakan dan pengawasan terhadap pihak yang menjadi “pemain” dalam pengiriman TKI ilegal ini. Bahkan, bila perlu dilakukan penjagaan di pintu keluar masuknya TKI itu secara ilegal.

“Perlu juga dilakukan penjagaan di pelabuhan tradisional yang dipakai sebagai jalur out dan in para TKI ini,” tegasnya.

Untuk itu, ia menambahkan harus ada keseriusan dari pihak terkait untuk memutus mata rantai pengiriman TKI ilegal. Begitu juga untuk para pelaku yang mengambil keuntungan dalam pengiriman TKI ini harus diproses hukum.

“Batam mesti bebas dari pemberangkatan TKI non prosedural,” imbuhnya. (dva)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.