Vaksinasi Belum Mampu Menekan Penyebaran Covid-19 di Batam, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Vaksin Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Ist)

Batamline.com, Batam – Tren penyebaran kasus Covid-19 di Kota Batam kembali meningkat dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.

Belum diketahui pasti penyebabnya, namun tentu hal ini harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah, namun juga seluruh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Meski proses vaksinasi saat ini tengah berjalan, tetapi belum mampu menajadi tameng yang kokoh untuk terhindar dari virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, saat dihubungi mengatakan, vaksin bisa menekan penyebaran virus jika telah dilakukan terhadap 50 persen masyarakat yang ada di daerah tersebut.

Namun kenyataannya, saat ini masyarakat Batam yang telah menjalani vaksinasi baru di angka sekitar 40 ribu penduduk. Sementara jumlah penduduk Batam sendiri mencapai 1 juta jiwa lebih.

Baca: Waduh, Status 3 Kecamatan di Batam Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

“Penyebaran virus bisa ditekan jika 50 persen penduduknya sudah divaksin. Saat ini baru sedikit, masih sekitar 40 ribu,” ungkap Didi, Rabu (7/4/2021).

Menurut Didi, kendala yang terjadi saat ini untuk vaksinasi, dikarenakan jumlahnya masih terbatas diterima dari pemerintah pusat.

“Jumlah vaksinnya baru segitu. Jadinya, yang baru menerima vaksinasi pun terbatas. Semua tergantung pemerintah pusat untuk mendistribusikan ke daerah. Jika jumlah besar, tentu akan banyak pula masyarakat mendapat vaksin,” jelasnya.

Didi menuturkan, walau peningkatan kasus pasien juga diakuinya tidak terjadi secara signifikan. Namun perkembangan kasus tidak seimbang dengan tren sembuh para pasien Covid-19.

“2-3 minggu terakhir ini memang trennya tidak seimbang, antara yang terpapar dengan yang sembuh. Kita catat selama tiga minggu ini, ada kasus aktif hingga 150 orang, dan perhari itu selalu berjumlah belasan pasien,” paparnya.

Baca: Dikira Cari Burung, Ternyata Arni Sudah Tewas Tergantung di Sengkuang Batam

Hal ini diakui, menjadi konsen dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, yang melihat perkembangan kasus dari angka 70 pasien menjadi lebih dari 150 pasien berstatus aktif.

Untuk itu, Didi menerangkan pihaknya sangat mewaspadai dengan potensi meledaknya gelombang ketiga, seperti yang saat ini telah terjadi di beberapa negara lain.

“Di negara lain sudah terjadi lonjakan yang sangat besar dalam gelombang ketiga. Jangan sampai ini terjadi di Batam kembali. Walau memang secara Nasional, angka positif dan kematian akibat Covid-19 kita sangat rendah. Dan kasus sembuh kita secara persentase Nasional juga sangat tinggi,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *