[VIDEO] Pengakuan Perampok di Batam, Ingin Serahkan Diri Karena Pembagian Tidak Rata

  • Whatsapp
Barelang
Tiga pelaku perampokan jaringan internasional diringkus Macan Satreskrim Polresta Barelang. (Chandra)

Batamline.com, Batam – Tiga pelaku perampokan yang dibekuk Tim Macan Polresta Barelang dibuat geram oleh dua rekannya yang masih dalam pengejaran (DPO). Kejadian lucu dan unik ini terjadi setelah pembagian hasil curian dan berniat menyerahkan diri.

Pasalnya, mereka merasa dicurangi dalam masalah pembagian uang dan penjualan emas hasil curian di kawasan Sei Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam.

Bacaan Lainnya

Baca: Alasan Pandemi, Perampok Antar Negara Ini Terpaksa Beraksi Dalam Negeri

Tiga pelaku yang berhasil dibekuk adalah Yusuf Putra (44), Ismanto (40) dan Alimudin (50). Sementara dua lainnya yang masih diburu berinisial L dan A.

Tonton video pengakuannya disini!

“Kami merasa ditipu. Uang pembagian yang kami dapatkan rasanya sedikit sekali,” aku salah satu pelaku, Yusuf, saat ditemui di Mapolresta Barelang, Selasa (29/9/2020).

Menurut pelaku perampokan yang kerap beraksi antar negara ini, persoalan memegang uang tunai yang dan menjual emas yang berhasil diambil dari rumah korban adalah L dan A.

Mereka tidak yakin jika nominalnya hanya sedikit. Sebab, Yusuf sendiri melihat tumpukan uang yang diambil serta banyaknya emas dibawa kabur.

Untuk dirinya, hanya mendapatkan Rp 900 ribu dari uang yang dicuri. Sedangkan dari hasil penjualan emas hanya Rp 5 juta.

Baca: Bikin Ngakak, Perampok Antar Negara yang Beraksi di Batam Ini Malah Ditipu Teman Sendiri

Begitu juga dengan Alimudin yang mendapatkan Rp 750 ribu dari uang yang dicuri dan Rp 6 juta dari penjualan emas.

Sementara Iswanto juga mendapatkan Rp 750 dari uang curian. Serta, Rp 6 juta dari penjualan emas.

Dalam kejadian ini, korban mengalami kerugian terdiri dari uang tunai sekitar Rp 57 juta, dan tumpukan emas terdiri dari gelang, cincin, gelang kaki, anting, dan lainnya. Sehingga, jika ditotalkan mencapai Rp 150 juta lebih.

“Dari awal kami sudah curiga. Kok dapatnya sedikit. Padahal yang diambil banyak. Alasan mereka (L dan A), dapatnya cuma segitu,” ingat Yusuf.

Karena merasa tidak terima dengan pembagian yang tidak rata, Yusuf bersama Iswanto sempat berfikir untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.

“Kami sudah mau menyerahkan diri sebelumnya. Tapi Iswanto mengatakan punya anak kecil. Kalau nanti dia di penjara, bagaimana anaknya. Makanya tidak jadi menyerahkan diri. Tapi akhirnya tertangkap juga,” sesal Yusuf. (bang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *