Home » Kecelakaan Kerja di Bintan, Lima Pekerja Jatuh ke Laut Dua Orang Tewas

Kecelakaan Kerja di Bintan, Lima Pekerja Jatuh ke Laut Dua Orang Tewas

Tiga pekerja berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya hilang dan langsung dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

by Gara
0 comments

Batamline.com, Bintan – Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Bintan. Lima pekerja proyek pengeboran terseret arus kuat saat berada di perairan Pulau Poto, Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir.

Peristiwa tersebut merenggut nyawa dua orang, sementara tiga pekerja lainnya berhasil selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, menyampaikan bahwa seluruh korban merupakan pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi yang tengah beraktivitas di sekitar ponton pengeboran.

“Total ada lima pekerja yang terseret arus. Tiga orang selamat, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Fazzli, Kamis (22/1/2026).

Menurut Fazzli, kejadian bermula pada Senin (19/1) sekitar pukul 14.10 WIB. Saat itu, para pekerja sedang membersihkan diri di sisi ponton pengeboran. Tanpa diduga, arus laut mendadak menguat dan menyeret kelima orang tersebut ke laut lepas.

Tiga pekerja berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya hilang dan langsung dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Korban pertama, Reza (27), ditemukan lebih awal dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara korban kedua, Rian Irawan (25), baru ditemukan pada hari keempat pencarian, Kamis (22/1) sekitar pukul 08.46 WIB.

“Korban terakhir ditemukan sekitar 0,15 nautical mile dari titik awal kejadian dan langsung dievakuasi ke rumah duka,” jelas Fazzli.

Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur dan peralatan, mulai dari Rigid Buoyancy Boat (RBB), speed boat Polairud Bintan, kapal milik perusahaan, pompong nelayan, kendaraan rescue, hingga drone thermal untuk memperluas jangkauan pencarian. Pada hari terakhir, area pencarian mencapai sekitar tujuh nautical mile.

Setelah seluruh korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Polairud Bintan, Polsek Bintan Timur, BPBD Bintan, TNI, Tagana, serta warga setempat melakukan evaluasi dan secara resmi menutup operasi pencarian.

“Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan dukungan semua pihak,” tutup Fazzli.

You may also like

Leave a Comment