Menurutnya, sektor industri dengan tingkat risiko tinggi seperti galangan kapal seharusnya menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Apalagi, lanjut Amsakar, pihak perusahaan sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk melakukan pembenahan sistem keselamatan.
“Pekerjaan berisiko tinggi harus menjadi perhatian bersama. Beberapa hari lalu perusahaan juga sudah menyatakan komitmen untuk berbenah,” ujarnya.
Namun demikian, Amsakar menyayangkan insiden kebakaran kembali terjadi meski komitmen tersebut telah disampaikan. Ia menilai perusahaan perlu lebih serius dan konkret dalam menyiapkan serta menerapkan sistem keselamatan kerja yang memadai.
“Faktanya masih terjadi lagi. Ini sangat kita sesalkan dan saya minta kejadian seperti ini tidak terulang ke depan,” kata dia.
Terkait kemungkinan evaluasi lanjutan hingga pemberian sanksi, Amsakar menegaskan pihaknya mendorong lembaga berwenang, termasuk BP Batam dan instansi pengawas ketenagakerjaan, untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Keselamatan kerja itu tidak bisa ditawar-tawar,” pungkasnya.