“Sekitar pukul 05.00 WIB tim penyelam dari pihak PT ASL Batam diturunkan untuk melakukan penyelaman ke dalam lambung kapal. Sepuluh menit kemudian korban berhasil ditemukan,” katanya.
Dengan ditemukannya korban terakhir dalam kondisi selamat, tim SAR gabungan kemudian melakukan debriefing pada pukul 06.00 WIB dan mengusulkan penutupan operasi pencarian.
“Kami menyatakan operasi SAR selesai karena seluruh korban telah ditemukan,” kata Fazzli.
Dalam insiden tersebut, kapal tunda ASL Mega diketahui membawa lima orang kru saat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang pada Jumat (6/3/2026).
Dari total lima kru kapal, dua orang dinyatakan selamat yakni M. Habib Ansyari (20) asal Langkat dan Yusuf Tangkin (57) asal Samarinda.
Sementara tiga kru lainnya ditemukan meninggal dunia, masing-masing Abdul Rahman (59) warga Tiban, Batam, yang merupakan kapten kapal, Guntur Pardede (51) warga Tiban Lama, Batam, serta Jhonson Bertuahman (47) warga Tembesi, Batam.