Batamline.com, Batam – Krisis air bersih yang telah berlangsung selama dua bulan di Kecamatan Batuampar memaksa distribusi bantuan air menjadi tumpuan utama warga. Di tengah kondisi tersebut, kepolisian memastikan penyaluran berjalan tertib, merata, dan bebas dari potensi penumpukan maupun konflik di lapangan.
Pada Senin (23/3/2026), jajaran Polsek Batuampar turun langsung mengawal distribusi air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Kelurahan Batu Merah. Total sebanyak 59 unit water tank (WT) disalurkan kepada warga terdampak, dengan fokus pada wilayah yang mengalami kekurangan air paling parah.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, mengatakan pengawasan ini dilakukan untuk menjamin distribusi tidak hanya lancar, tetapi juga tepat sasaran di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan, baik dari sisi keamanan maupun pemerataan distribusi. Ini penting agar seluruh warga yang terdampak bisa mendapatkan akses air bersih,” ujarnya.
Di Kelurahan Tanjung Sengkuang, distribusi mendominasi dengan total 49 unit WT yang disalurkan ke sejumlah RW, di antaranya RW 11 menjadi wilayah dengan distribusi terbanyak mencapai 11 unit. Sementara di Kelurahan Batu Merah, sebanyak 10 unit WT disalurkan secara bertahap ke beberapa titik permukiman warga.
Pengawalan dilakukan oleh personel gabungan, mulai dari piket pawas hingga Bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan. Kehadiran aparat ini dinilai krusial untuk menjaga ketertiban, mengingat distribusi air kerap menjadi titik kerumunan warga di tengah keterbatasan pasokan.
Selain menjaga keamanan, polisi juga berperan aktif dalam mengawasi jalannya distribusi agar tidak terjadi penyelewengan maupun ketimpangan penyaluran di lapangan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa di tengah krisis air yang belum sepenuhnya teratasi, pengawalan ketat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan tetap menjadi solusi nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan baru.