Batamline.com, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Kepulauan Riau dan Polresta Barelang atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian fasilitas umum yang dikenal dengan istilah “rayap besi” di Kota Batam.
Menurut Amsakar, pengungkapan kasus tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama karena fasilitas yang menjadi sasaran merupakan infrastruktur vital kota.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pengungkapan kasus ini,” ujarnya.
Baca: Aksi Rayap Besi Kian Brutal, Belasan Titik Infrastruktur Batam Dirusak
Baca: Siswi SD Korban Tabrak Lari di Sei Panas Batam Belum Sadarkan Diri
Ia menegaskan, aksi pencurian fasilitas umum tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Kerusakan pada fasilitas seperti traffic light, jaringan telekomunikasi, hingga penerangan jalan dinilai dapat mengganggu kelancaran kehidupan sehari-hari.
“Traffic light terganggu membuat lalu lintas menjadi kacau, jaringan telekomunikasi ikut terdampak, dan lampu jalan yang dicabut membuat ruas jalan menjadi gelap,” kata Amsakar.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari tindak kejahatan serupa. Ia menilai, partisipasi publik menjadi kunci dalam mencegah maraknya aksi “rayap besi” di Batam.
“Kami harapkan masyarakat tidak segan untuk melapor jika menemukan atau mencurigai adanya tindak kejahatan. Ini penting untuk menjaga kondusivitas kota,” ujarnya.
Amsakar menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga Batam tetap aman dan kondusif, terutama di tengah upaya pembangunan dan pertumbuhan investasi yang terus berjalan.
“Kita ingin Batam tetap aman, nyaman, dan kondusif. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku pencurian fasilitas umum maupun penadah barang hasil kejahatan.
“Ini bukan soal nilai barang, tetapi dampaknya yang luas bagi masyarakat. Tidak ada kompromi bagi pelaku maupun penadah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik jual beli barang hasil kejahatan, khususnya yang berasal dari fasilitas umum.
“Saya ingatkan, jangan ada yang terlibat dalam jual beli barang hasil pencurian fasilitas umum,” katanya.