Batamline.com, Batam – Aksi premanisme terjadi di Sekolah Djuwita, sebuah sekolah swasta ternama di kawasan Batam Centre, Kota Batam. Seorang wali murid bersama sejumlah pria diduga mengintimidasi guru Play Group, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.
Informasinya, insiden bermula ketika anak dari S menolak masuk sekolah selama dua hari. Saat diantar kembali, anak tersebut menangis di gerbang. Sang ibu menduga ada sesuatu hal yang terjadi di sekolah terhadap anaknya. Diduga wanita tersebut tidak terima dan meluapkan kemarahan dengan mendatangi sekolah bersama beberapa pria.
Ketiga guru kemudian dikumpulkan dalam satu ruangan. Rekaman CCTV menunjukkan si wanita berpakaian hijau itu mondar-mandir sambil merokok elektrik (vape), menunjuk-nunjuk para guru, dan yang lebih memprihatinkan, ia menyodorkan sebungkus nasi Padang secara paksa ke arah mulut para guru dalam situasi tegang. Di akhir rekaman, sejumlah pria berbadan besar masuk, menggeser meja di hadapan guru-guru tersebut.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini ke Satreskrim Polresta Barelang dengan melampirkan rekaman CCTV sebagai barang bukti. Unit Jatanras kini menangani kasus tersebut.
“Sudah ada laporannya. Kami juga telah memeriksa sejumlah orang dan meminta keterangan dari pelapor. Saat ini kasus masih dalam proses penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian, Selasa (28/4/2026) sore.
Akibat intimidasi itu, tiga guru yang mengajar anak di play group tersebut mengalami trauma berat dan ketakutan untuk kembali mengajar. Pihak sekolah dikabarkan membawa mereka mendapatkan pendampingan psikiater.
“Apa masalah utamanya belum jelas. Tapi guru-guru trauma, khawatir kejadian serupa terulang kembali,” ungkap sumber.
Guru Play Group di Batam Centre Diduga Diintimidasi Walimurid, Polisi: Proses Penyidikan
6