Home » Blackout Berdampak ke UMKM hingga Industri, Kadin Batam Minta PLN Berbenah

Blackout Berdampak ke UMKM hingga Industri, Kadin Batam Minta PLN Berbenah

by Gara

Batamnews.com, Batam – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam menyoroti dampak pemadaman listrik (blackout) yang mengganggu aktivitas ekonomi di Kota Batam. Kadin menilai pasokan listrik menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas usaha hingga kepercayaan investor di Batam.

Ketua Kadin Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat mengatakan, gangguan pasokan listrik tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan tetapi juga memengaruhi pendapatan pekerja dan aktivitas masyarakat. Menurutnya, keandalan listrik merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan industri, perdagangan, pariwisata, dan investasi di Batam.

“Gangguan listrik bukan hanya persoalan teknis, tetapi dapat berdampak luas terhadap produksi, pelayanan, pendapatan pekerja, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh dan langkah konkret agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” ujar Roma Nasir Hutabarat, Selasa (13/10/2026).

Nasir menjelaskan, dampak pemadaman tersebut dirasakan oleh pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari usaha kecil dan menengah hingga perusahaan besar yang terpaksa menghentikan produktivitas selama gangguan berlangsung. Masyarakat juga mengalami dampak langsung karena berbagai peralatan listrik rumah tangga tidak dapat digunakan.

Selain sektor industri dan rumah tangga, Kadin menyoroti potensi kerugian pada sektor perhotelan, restoran, kafe, perdagangan daring, serta pekerja ekonomi digital, termasuk pengemudi ojek daring dan kurir pengantar barang maupun makanan. Gangguan listrik dinilai dapat menghambat pelayanan kepada pelanggan sekaligus mengurangi peluang pendapatan para pekerja yang bergantung pada kelancaran aktivitas ekonomi.

Menurut Nasir, pihaknya telah berupaya menemui pimpinan PLN Batam secara langsung untuk memperoleh penjelasan resmi terkait gangguan tersebut. Namun hingga saat kini, pihak Kadin mengaku belum mendapatkan konfirmasi pasti karena pihak terkait masih berada di lapangan.

“Kami memahami pentingnya penanganan teknis di lapangan. Namun, dunia usaha juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, langkah pemulihan, dan upaya pencegahan ke depan,” katanya.

Nasir berharap, PLN Batam segera menuntaskan penanganan gangguan agar pasokan listrik kembali normal. Selain itu PLN dapat mempertimbangkan pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta adanya transparansi informasi mengenai wilayah terdampak, perkembangan penanganan, serta estimasi waktu pemulihan apabila tersedia. Koordinasi rutin antara PLN Batam, pemerintah, Kadin, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha juga penting dilakukan untuk memperkuat mitigasi risiko gangguan listrik,” katanya.

Nasir juga mendorong evaluasi teknis secara menyeluruh guna mengidentifikasi penyebab gangguan dan titik kritis sistem kelistrikan. Penguatan infrastruktur listrik juga dinilai perlu dilakukan seiring dengan pertumbuhan industri, investasi, pariwisata, dan kebutuhan masyarakat Batam.

Selain itu juga mendorong pemetaan dampak ekonomi akibat pemadaman terhadap sektor industri, UMKM, pariwisata, dan pekerja ekonomi digital. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.

“Kami berharap peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan komunikasi dengan pelanggan. Batam membutuhkan pasokan listrik yang andal agar tetap kompetitif sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, dan pariwisata,” pungkasnya.

You may also like