Batamline.com, Batam – Setelah menjalani perawatan intensif akibat koma, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, akhirnya dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia dengan fasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru.
PMI tersebut sebelumnya dirawat di Hospital Sultan Ismail (HSI), Johor Bahru, setelah mengalami koma akibat pecahnya pembuluh darah di otak sejak 29 September 2026.
Pemulangan dilakukan pada Senin (19/10/2026) melalui jalur laut dari Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, menuju Pelabuhan Batam Centre. Pasien dinyatakan cukup membaik oleh tim medis HSI untuk melanjutkan perawatan di Indonesia.
Pelaksana Fungsi Konsuler 3 KJRI Johor Bahru, Dania Afini Lestari, mengatakan pihaknya terus mendampingi pasien dan berkoordinasi dengan keluarga serta instansi terkait agar proses pemulangan berjalan lancar.
“KJRI Johor Bahru terus berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait di Indonesia guna mendukung kelancaran proses pemulangan dan memastikan penanganan lanjutan sesuai dengan kebutuhan medis yang bersangkutan,” ujar Dania.
Penanganan darurat tersebut dilakukan Satuan Tugas Perwakilan Pelindungan Terpadu (Satgas PPT) sejak menerima laporan pada 1 Oktober 2026. Selama pasien dirawat, tim berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga untuk memantau perkembangan kesehatan sekaligus menyiapkan proses pemulangan.
Dalam perjalanan dari Malaysia menuju Batam, pasien didampingi keluarga, tim medis, dan anggota Satgas PPT.
Setibanya di Batam, pasien dijadwalkan menjalani evaluasi medis lanjutan. Selanjutnya, ia akan diterbangkan ke Medan setelah memperoleh surat kelaikan terbang atau fit to travel dari otoritas kesehatan setempat.
Untuk memastikan pasien dapat melanjutkan perjalanan hingga ke daerah asalnya di Labuhanbatu, KJRI Johor Bahru juga berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau melalui P4MI Batam serta BP3MI Sumatera Utara.
Dania menegaskan, penanganan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelindungan dan pelayanan kepada warga negara Indonesia di luar negeri, terutama mereka yang menghadapi kondisi darurat.
KJRI Johor Bahru turut mengapresiasi manajemen Hospital Sultan Ismail atas perawatan yang diberikan, serta instansi lintas sektor di Indonesia yang membantu proses penanganan dan pemulangan PMI tersebut. (Bob)