Batamline.com, Batam – Insiden kandasnya Kapal Landing Craft Tank (LCT) Mutiara Garlib Samudra di perairan Dangas, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, menyebabkan tumpahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ke laut. Otoritas pelabuhan memastikan penanganan pencemaran telah dilakukan, sementara proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kejadian masih berlangsung.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Muhammad Takwim, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam (29/1/2026) sekitar pukul 20.53 WIB. Informasi awal diterima dari kapal patroli KNP 376 yang melaporkan adanya kapal LCT dalam kondisi kandas dan miring hingga sekitar 50 derajat.
“Laporan kami terima sekitar pukul 20.53 WIB. Kapal berada dalam posisi miring cukup signifikan, sehingga sebagian muatan yang diangkut tumpah ke perairan,” ujar Takwim, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, LCT Mutiara Garlib Samudra saat itu tengah mengangkut limbah B3 hasil kegiatan pembersihan tangki (tank cleaning) dari kapal tanker Navy Universe. Proses pemindahan muatan dilakukan dari kapal ke kapal dan telah dilengkapi dengan perizinan sesuai ketentuan sebagai angkutan limbah B3.
“Limbah berasal dari kegiatan tank cleaning kapal tanker Navy Universe. Pengangkutan dilakukan sesuai peruntukan dan dilengkapi izin yang berlaku,” jelasnya.
Setelah pemindahan muatan selesai, kapal LCT bertolak menuju Pelabuhan Bintang 99 di Batu Ampar untuk proses pembongkaran. Namun, dalam perjalanan, kapal mengalami gangguan stabilitas di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Sebagai langkah pengamanan, dilakukan pengandasan secara terkendali di perairan dangkal.
“Pengandasan dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar. Lokasi kejadian bukan berada di alur utama pelayaran, sehingga tidak mengganggu aktivitas kapal lain,” kata Takwim.
Akibat insiden tersebut, sebagian muatan limbah B3 berupa oil water dan slag oil dilaporkan tumpah ke laut. Data sementara mencatat sekitar 100 jumbo bag berisi limbah padat terbawa arus, serta adanya tumpahan muatan cair dari beberapa tangki kapal.
KSOP Khusus Batam bersama instansi terkait segera melakukan penanganan terpadu untuk mencegah meluasnya pencemaran. Upaya yang dilakukan antara lain pemasangan oil boom dengan total panjang sekitar 180 meter, penyedotan muatan dari tangki kapal, alih muatan ke tongkang, pengumpulan material yang tercecer, serta pengangkutan limbah ke fasilitas pengelolaan limbah B3. Dukungan tambahan oil boom juga diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga Batam.
“Fokus utama kami adalah pengendalian pencemaran agar tidak meluas dan memastikan kondisi perairan tetap aman,” ujarnya.
Setelah proses penyedotan selesai, kondisi kapal berhasil distabilkan dan kembali mengapung. Selanjutnya, LCT Mutiara Garlib Samudra ditarik ke galangan PT Trigger Trans International untuk penanganan teknis lanjutan.
KSOP Khusus Batam menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap insiden tersebut masih berlanjut. Sejumlah pihak terkait, termasuk nakhoda, pemilik kapal, dan pemilik muatan, akan dimintai keterangan guna memastikan seluruh ketentuan keselamatan pelayaran dan pengelolaan lingkungan telah dipenuhi sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami masih mendalami penyebab kejadian ini. Dugaan awal mengarah pada faktor cuaca, namun kesimpulan resmi baru akan disampaikan setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai,” tutup Takwim.