Home » Ekspor Perdana Arang Batok Kelapa Dibuka, Kadin Siapkan Hilirisasi Teknologi dari China

Ekspor Perdana Arang Batok Kelapa Dibuka, Kadin Siapkan Hilirisasi Teknologi dari China

by Gara
0 comments

Batamline.com, Batam – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi melepas ekspor perdana arang batok kelapa dari Provinsi Kepulauan Riau menuju Tianjin, China, Selasa (10/2/2026) siang.

Ekspor ini menjadi tonggak awal kolaborasi strategis lintas daerah dalam mendorong produk UMKM berbasis kelapa menembus pasar global. Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kadin Indonesia, Kadin Indragiri Hilir, Kadin Batam, dan Kadin Kepulauan Riau.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Frits Novianto Suhendar, mengatakan program ekspor ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, karena dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian UMKM di daerah.

“Alhamdulillah hari ini kita melepas ekspor perdana arang batok kelapa. Kolaborasi ini sangat baik dan mendapat dukungan penuh Ketua Umum Kadin Indonesia untuk mendorong UMKM daerah agar naik kelas,” ujar Frits.

Untuk tahap awal, kontrak ekspor yang disepakati mencapai 36 ribu ton per tahun. Volume tersebut setara dengan sekitar 125 kontainer setiap bulan.

“Ini angka yang sangat besar dan menjanjikan. Kebutuhan pasar China mencapai 36 ribu ton per tahun atau sekitar 125 kontainer per bulan. Ini peluang nyata bagi UMKM,” tambahnya.

Ekspor perdana ini dikirim ke Tianjin, China. Tidak berhenti pada arang batok kelapa, Kadin juga telah menyiapkan rencana ekspor produk turunan kelapa lainnya, seperti serabut kelapa.

“Ini baru langkah awal. Selanjutnya kami akan ekspor serabut kelapa. Bahkan akan ada transfer teknologi dari China berupa alat-alat produksi untuk mempercepat proses pengolahan. Artinya, akan terjadi hilirisasi teknologi,” jelas Frits.

Dengan masuknya teknologi tersebut, proses produksi di tingkat UMKM diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus meningkat.

Dari sisi ekonomi, nilai ekspor arang batok kelapa ini diperkirakan mendekati Rp200 miliar per tahun. Kontrak awal disepakati untuk satu tahun, dengan target peningkatan nilai ekspor yang signifikan.

“Nilai ekspornya hampir Rp200 miliar per tahun. Jika nanti ditambah ekspor serabut kelapa, target kami di tahun pertama bisa mencapai Rp500 miliar,” ungkapnya.

Program ini melibatkan puluhan UMKM di Kabupaten Indragiri Hilir yang tersebar di empat kecamatan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha kelapa, tetapi juga sektor pendukung lainnya seperti transportasi, pelabuhan, logistik, hingga tenaga kerja bongkar muat.

“Ada puluhan UMKM yang terlibat. Efek dominonya besar, mulai dari trucking, forwarder, pelabuhan, sampai TKBM ikut bergerak,” katanya.

Saat ini, bahan baku utama masih berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir. Sementara itu, Batam dipilih sebagai pelabuhan transit ekspor karena menjadi pelabuhan terdekat yang melayani jalur ekspor internasional.

“Untuk sekarang sumber kelapa dari Indragiri Hilir. Batam menjadi pelabuhan ekspor karena pelabuhan di Riau belum melayani ekspor langsung,” jelasnya.

Pengiriman arang batok kelapa direncanakan berlangsung rutin setiap pekan, dengan volume sekitar 10 hingga 20 kontainer, bergantung pada kesiapan produksi.

“Pengiriman dilakukan mingguan, sekitar 10 sampai 20 kontainer, sesuai ketersediaan barang,” tutupnya.

Dengan dimulainya ekspor perdana ini, Kadin optimistis produk UMKM berbasis kelapa dari Sumatera dan Kepulauan Riau mampu bersaing di pasar internasional.

“Ini bukti bahwa produk UMKM daerah punya kualitas dan daya saing global. Kadin akan terus membuka akses pasar dunia agar potensi lokal bisa memberi manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Frits.

Ia menambahkan, kontrak ekspor sebesar 36 ribu ton per tahun bukan sekadar soal volume, melainkan juga dampak sosial-ekonomi.

“Ini tentang penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan tumbuhnya ekosistem usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Frits pun berharap keberhasilan ini menjadi model pengembangan komoditas unggulan lainnya di berbagai daerah.

“Kadin Indonesia akan terus mendorong ekspor UMKM. Semoga langkah ini menjadi awal kebangkitan ekspor produk daerah secara lebih masif,” pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment