Home » Menunggu Kabar dalam Cemas, Keluarga Korban Bus HKBP Tembesi Indah di Pantai Melur Berduka

Menunggu Kabar dalam Cemas, Keluarga Korban Bus HKBP Tembesi Indah di Pantai Melur Berduka

by Redaksi
bus HKBP Tembesi Indah terguling

Batamline.com, Batam – Lorong-lorong rumah sakit yang biasanya dipenuhi lalu lalang pasien dan tenaga medis berubah menjadi ruang penuh kecemasan, Sabtu (20/6/2026). Tangis pecah di antara doa-doa yang dipanjatkan dengan suara bergetar ketika keluarga korban kecelakaan bus rombongan jemaat HKBP Tembesi Indah berdatangan mencari kabar orang-orang yang mereka cintai.

Di RS Graha Hermine dan RSUD Embung Fatimah, wajah-wajah pucat terlihat bergegas dari satu ruangan ke ruangan lain. Sebagian memeluk kerabatnya erat, sebagian lainnya hanya mampu menatap kosong sambil menunggu kabar terbaru dari tim medis.

Tak ada yang menyangka, perjalanan yang sedianya menjadi momen ibadah sekaligus rekreasi ke Pantai Melur, Barelang, justru berubah menjadi tragedi yang meninggalkan luka mendalam.

Bus yang mengangkut sekitar 30 jemaat gereja itu mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 10.30 WIB. Satu orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

Di tengah suasana duka, seorang korban selamat masih terlihat syok. Dengan tubuh yang gemetar dan mata yang menerawang, ia berusaha mengingat kembali detik-detik ketika bus yang ditumpanginya kehilangan kendali.

“Di dalam bus ada ibu-ibu dan anak-anak. Kami mau pergi ibadah sekalian rekreasi di pantai,” ucapnya lirih.

Trauma yang dialaminya membuat kalimat demi kalimat keluar dengan terputus-putus. Namun, ia masih mengingat bahwa sebagian besar penumpang merupakan jemaat gereja yang berangkat bersama dalam suasana sukacita.

“Kami sekitar 29 orang kalau tidak salah. Yang selamat tanpa luka parah, kami ada lima orang,” katanya.

Sementara itu, Satlantas Polresta Barelang masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, bus mengalami kegagalan sistem pengereman saat memasuki kawasan wisata Pantai Melur.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan pihaknya juga akan memeriksa kelayakan kendaraan, termasuk riwayat uji KIR dan kelengkapan administrasi bus.

“Kita akan lakukan penyidikan lebih mendalam dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Apakah bus ini sudah dilakukan uji KIR secara berkala ataupun kelengkapan administrasi lainnya. Kenapa bisa mengalami kegagalan pengereman, pasti ada sesuatu,” kata Afiditya.

Benturan keras saat kecelakaan membuat kondisi bus mengalami kerusakan sangat parah. Ketika dievakuasi menggunakan mobil derek, petugas mendapati bagian sasis dan karoseri kendaraan telah patah.

“Karoseri maupun sasisnya sudah patah. Kondisi bus pasca kecelakaan memang sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Di tengah kepanikan yang menyelimuti rumah sakit, polisi bersama tenaga medis dan relawan bergerak cepat mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit di Batam, mulai dari RSUD Embung Fatimah, RS Graha Hermine, RS Awal Bros hingga RS Elisabeth Batam Center.

Namun bagi keluarga korban, Sabtu pagi itu akan menjadi hari yang sulit dilupakan. Perjalanan yang semula diwarnai sukacita menuju tempat ibadah dan lokasi wisata, berubah menjadi penantian panjang yang diisi tangis, doa, dan harapan agar orang-orang tercinta dapat kembali pulang dengan selamat.

You may also like