Batamline.com, Batam – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah mulai terasa di sejumlah pelabuhan di Kota Batam. Menjelang puncak keberangkatan, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau tiga pelabuhan utama di Batam, Sabtu (14/3/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan armada kapal, sistem pelayanan penumpang, serta aspek keselamatan pelayaran bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Rombongan meninjau Pelabuhan Pelni Bintang 99 Batu Ampar, Pelabuhan HarbourBay, hingga Pelabuhan Roro Punggur yang menjadi salah satu simpul utama pergerakan penumpang dan kendaraan selama musim mudik.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan di Pelabuhan Batu Ampar, kondisi keberangkatan masih dalam batas aman. Kapasitas kapal sekitar 2.600 penumpang saat ini terisi sekitar 2.500 orang.
“Kami juga melakukan pengecekan langsung bersama kapten dan kru kapal untuk memastikan kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, serta pelayanan kepada para penumpang,” kata Ansar.
Menurutnya, aktivitas pelayaran diperkirakan akan terus meningkat mendekati Hari Raya Idul Fitri sehingga pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan di lapangan.
Selain Batu Ampar, rombongan juga memantau kondisi keberangkatan dan kedatangan penumpang di Pelabuhan HarbourBay dan Pelabuhan Roro Punggur. Dari hasil pemantauan, sejumlah calon penumpang masih menunggu jadwal keberangkatan, namun proses penjualan tiket saat ini telah dilakukan secara daring guna menghindari praktik percaloan.
“Seluruh tiket dijual secara online agar lebih tertib dan untuk mencegah adanya praktik percaloan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, ketersediaan armada kapal masih mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat. Bahkan, pihak terkait telah menyiapkan kemungkinan penambahan armada apabila terjadi lonjakan penumpang.
Ansar menambahkan, tren jumlah penumpang tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan diperkirakan sudah mulai memasuki salah satu puncak arus mudik di wilayah Batam.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pihaknya telah menginstruksikan subsatgas penegakan hukum untuk menelusuri informasi terkait dugaan praktik percaloan tiket yang merugikan masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan ASDP, KSOP, serta operator kapal Pelni untuk melakukan pengawasan ketat di seluruh area pelabuhan,” kata Asep.
Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket dari pihak yang tidak resmi. Ia menegaskan setiap kapal memiliki batas jumlah penumpang sesuai standar keselamatan pelayaran.
“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Karena itu kapasitas kapal tidak boleh melebihi ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak ASDP juga telah menyiapkan tambahan armada kapal untuk mengakomodasi masyarakat yang belum mendapatkan tiket perjalanan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian agar menghubungi Call Center 110 yang aktif selama 24 jam atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps.
“Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui layanan barcode pengaduan Propam yang tersedia di pos pelayanan maupun kantor polisi jajaran Polda Kepri,” kata Nona.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik agar tidak khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga di rumah. Menurutnya, masyarakat dapat menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat tanpa dipungut biaya.
“Layanan penitipan kendaraan ini disediakan secara gratis sebagai bentuk pelayanan Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama merayakan Idul Fitri,” ujarnya.