Ia menjelaskan, perempuan tersebut merupakan warga Pulau Karas yang saat kejadian tengah berada di boat bersama ayahnya dalam perjalanan pulang usai menjenguk keluarga.
Menurut keterangan korban, peristiwa bermula saat ayahnya diduga dalam kondisi tidak stabil atau linglung ketika berada di tengah laut. Pria tersebut berbicara tidak jelas dan menunjukkan perilaku yang tidak seperti biasanya.
“Dalam video terlihat seperti ada kekerasan, padahal bukan dicekik melainkan dirangkul. Korban ketakutan melihat kondisi ayahnya sehingga melambaikan tangan untuk meminta bantuan,” jelasnya.
Aksi korban tersebut kemudian disalahartikan oleh warga yang melihat dari kejauhan. Warga yang mendekat bermaksud memberikan pertolongan karena mengira terjadi tindak kekerasan.
Saat proses evakuasi berlangsung, boat korban sempat diikat untuk mencegah hanyut. Namun, ayah korban memutus tali tersebut menggunakan parang, diduga karena tidak memahami situasi yang sedang terjadi.
“Karena panik, korban akhirnya melompat ke laut dan berhasil diselamatkan oleh warga,” tambah Hasmir.
Polisi menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian masih membuka ruang bagi korban untuk memberikan keterangan tambahan guna melengkapi klarifikasi atas peristiwa yang sempat viral tersebut.