Home » Di Balik Seragam Ada Empati, Polisi Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Barelang

Di Balik Seragam Ada Empati, Polisi Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Barelang

by Def
0 comments
Jembatan Barelang

Batamline.com, Batam – Malam itu, Jembatan 1 Barelang menjadi saksi bisu sebuah penyelamatan nyawa. Seorang perempuan berinisial C (21) hampir mengakhiri hidupnya, namun hadirnya personil kepolisian dari Pos Pengamanan (Pos Pam) Jembatan 1 Barelang bersama pengemudi ojek online yang peka menjadi penentu selamatnya nyawa tersebut.

Peristiwa terjadi Kamis malam, 19 Maret 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Korban memesan ojek online dari Bengkong menuju Jembatan Barelang. Dalam perjalanan, pengemudi mendengar percakapan korban yang menunjukkan emosi tidak stabil dan niat bunuh diri. Alih-alih mengikuti permintaan korban, pengemudi membawa C ke Pos Pam 909 K Square untuk meminta pertolongan.

Setibanya di pos, personil kepolisian segera melakukan pendekatan humanis. Mereka menenangkan korban, mendengarkan keluhannya, dan memberikan arahan agar tidak melanjutkan niatnya.

Meskipun korban sempat bersikeras, koordinasi cepat antarpos dan instruksi Koordinator Pos Pam membuat seluruh personil siap siaga. Ketika kendaraan melintas di depan Pos Pam Jembatan 1, korban dan pengemudi langsung diarahkan masuk untuk penanganan lebih lanjut.

Di dalam pos, pendekatan yang diterapkan bukan sekadar prosedural, tapi personal dan empatik. Personil kepolisian menanyakan akar masalah korban, memberikan dukungan emosional, serta menghubungi keluarga dan teman dekat korban.

Setelah proses komunikasi intens sekitar satu jam, kondisi emosional korban membaik, dan ia bersedia pulang dengan didampingi rekannya ke kediaman keluarga di Bengkong Sadai.

Kepala Pos Pam Jembatan 1 Barelang, Iptu Anwar Aris, menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam kasus seperti ini. “Setiap kasus yang menyangkut niat bunuh diri memiliki latar belakang kompleks. Fokus kami tidak hanya mencegah bahaya, tapi juga memberikan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan korban,” ujarnya.

AKP Dedi Susanto, Kepala Bidang Humas Polresta Barelang, menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi orang di sekitarnya. “Empati dan kesediaan untuk membantu sangat penting. Keberhasilan ini juga menunjukkan kapasitas personil dalam menangani kasus darurat dengan cara yang humanis,” kata Dedi.

Momen ini menampilkan wajah lain kepolisian: bukan sekadar penegak hukum, tapi juga penjaga kehidupan. Respons cepat, komunikasi persuasif, dan koordinasi antarpos menunjukkan profesionalisme berpadu dengan kemanusiaan. Keberhasilan penyelamatan ini juga menyoroti sinergi dengan masyarakat, dalam hal ini pengemudi ojek online yang bertindak sigap.

Kasus ini menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat. Negara hadir tidak hanya saat krisis muncul, tetapi melalui pendekatan preventif, dukungan psikologis, dan ruang empati yang diperluas. Personil kepolisian Polresta Barelang malam itu membuktikan bahwa di balik seragam, ada PRESISI yang hidup, ada kemanusiaan yang nyata, dan ada kehidupan yang terselamatkan.

You may also like

Leave a Comment