Batamline.com, Batam – Peluncuran 19 armada baru Trans Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Selasa (26/5/2026), justru diwarnai sorotan terhadap absennya Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra.
Padahal, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan datang langsung ke Batam. Dan, agenda tersebut tergolong strategis karena menyangkut penguatan transportasi publik di Kota Batam dengan nilai anggaran mencapai Rp47 miliar.
Ketidakhadiran Li Claudia dikonfirmasi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Batam, Yusfa Hendri. Dalam sambutannya, Yusfa menyebut Li Claudia berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.
“Beliau berhalangan hadir karena kondisi kurang enak badan,” ujar Yusfa.
Absennya Li Claudia menjadi perhatian karena saat ini ia tengah memegang kendali pemerintahan Kota Batam selama Walikota Batam, Amsakar Achmad menjalani cuti ibadah haji selama 40 hari di Tanah Suci.
Momentum peluncuran armada baru Trans Batam sendiri dipandang penting karena menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses transportasi publik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan angkutan massal.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menegaskan penambahan armada tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas antarkawasan di Batam.
“Semua bisa terkoneksi dengan hadirnya tambahan bus ini,” kata Aan.
Tidak hanya menambah bus utama, pemerintah juga menyiapkan sistem feeder atau angkutan pengumpan untuk menjangkau kawasan permukiman. Skema ini dinilai penting agar masyarakat di lingkungan perumahan tetap dapat mengakses koridor utama Trans Batam dengan mudah.
“Feeder ini dari angkutan lingkungan yang akan menyuplai penumpang ke Trans Batam,” ujarnya.
Aan menegaskan, anggaran Rp47 miliar yang digelontorkan Pemerintah Kota Batam tidak semata digunakan membeli armada baru, tetapi juga membangun sistem transportasi publik secara menyeluruh.
Anggaran tersebut mencakup subsidi tarif agar tiket tetap terjangkau, pengembangan sistem teknologi operasional untuk efisiensi layanan, hingga pembangunan dan peningkatan fasilitas halte pada jalur baru.
“Bukan hanya bus, tetapi juga sistem teknologi dan halte di dalamnya,” tegas Aan.
Kementerian Perhubungan berharap tambahan 19 armada baru itu dapat menjadi penguat sistem transportasi massal di Batam sekaligus mendorong peningkatan fasilitas penunjang demi mendukung mobilitas masyarakat yang lebih nyaman dan terintegrasi. (Bob)