Home » Polisi Selidiki Kelayakan Bus Jemaat HKBP Tembesi Indah yang Terguling di Pantai Melur, Sasis hingga Karoseri Patah

Polisi Selidiki Kelayakan Bus Jemaat HKBP Tembesi Indah yang Terguling di Pantai Melur, Sasis hingga Karoseri Patah

by Redaksi
Kecelakaan di Pantai Melur

Batamline.com, Batam – Satlantas Polresta Barelang masih mendalami penyebab kecelakaan tunggal yang melibatkan bus pariwisata pengangkut rombongan jemaat HKBP Tembesi Indah di kawasan wisata Pantai Melur, Jembatan 5 Barelang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Sabtu (20/6/2026) pagi.

Selain menyelidiki dugaan kegagalan sistem pengereman, polisi juga akan memeriksa kelayakan kendaraan, termasuk riwayat uji KIR dan kelengkapan administrasi bus tersebut.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan penyidikan lebih mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan satu orang tersebut.

“Kita akan lakukan penyidikan lebih mendalam dan berkoordinasi dengan instansi terkait, apakah bus ini sudah dilakukan uji KIR secara berkala ataupun kelengkapan administrasi lainnya. Kenapa bisa mengalami kegagalan pengereman, pasti ada sesuatu,” ujar Afiditya.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan informasi awal, bus yang membawa sekitar 30 jemaat HKBP Tembesi Indah diduga mengalami rem blong saat memasuki akses menuju Pantai Melur.

Dari keterangan sementara yang diperoleh polisi dari petugas penjaga loket masuk kawasan wisata, bus yang seharusnya berbelok ke kanan justru melaju lurus. Sopir kemudian berupaya mengendalikan kendaraan dengan membanting setir, namun bus akhirnya terguling.

Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan. Saat proses evakuasi menggunakan mobil derek, petugas mendapati bagian sasis dan karoseri bus mengalami patah.

“Pada saat dievakuasi menggunakan mobil kren, karoseri maupun sasisnya sudah patah. Kondisi bus pasca kecelakaan memang sangat memprihatinkan,” kata Afiditya.

Akibat peristiwa tersebut, satu penumpang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Selain itu, seorang korban mengalami patah kaki dan seorang lainnya menderita patah tangan.

Seluruh korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Batam, yakni RSUD Embung Fatimah, RS Graha Hermine, RS Awal Bros, dan RS Elisabeth Batam Center. Sementara pengemudi bus juga mengalami luka dan hingga kini masih menjalani perawatan di RS Bunda Halimah.

Afiditya menambahkan, proses evakuasi berlangsung cepat berkat bantuan sejumlah ambulans yang datang dari berbagai wilayah Kota Batam setelah pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Galang.

Hingga Sabtu sore, polisi masih melakukan pendataan terhadap seluruh korban dan mengumpulkan sejumlah keterangan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan bus rombongan jemaat HKBP Tembesi Indah tersebut. (Bob)

You may also like