Batamline.com, Batam – Setiap pagi, ketika sebagian orang masih menikmati hangatnya rumah, Qieeran Allisya Putri Endri telah terbiasa menyaksikan sang ayah mengenakan seragam dinas dan berangkat menuju persimpangan jalan. Dari rutinitas sederhana itulah, siswi kelas VI SDN 004 Bintan Utara tersebut belajar tentang makna pengabdian.
Pengalaman yang terus ia lihat sejak kecil kemudian dituangkannya dalam sebuah surat. Tulisan yang lahir dari kisah nyata itu mengantarkan Qieeran meraih juara dalam lomba “Surat untuk Polisi” yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Bintan, AKBP Argya Satrya Bhawana didampingi Ketua IJTI Kepri, Gusti Yennosa di lobi Mapolres Bintan, Selasa (21/7/2026).
Qieeran mengaku tidak pernah menyangka surat yang ditulisnya akan menjadi karya terbaik. Ia hanya ingin mengungkapkan rasa bangga terhadap ayahnya yang merupakan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Bintan.
“Surat itu saya tulis karena terinspirasi dari ayah. Saya sering melihat ayah bekerja mengatur lalu lintas meski hujan atau panas,” ujar Qieeran.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Qieeran tidak hanya menceritakan dedikasi ayahnya sebagai polisi lalu lintas. Ia juga menyampaikan harapan agar Polri semakin dicintai masyarakat serta selalu hadir memberikan rasa aman bagi seluruh warga.
Bagi Qieeran, sosok ayahnya bukan hanya seorang polisi berseragam, melainkan teladan yang mengajarkan arti tanggung jawab, ketulusan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana mengaku tersentuh setelah membaca surat karya Qieeran. Menurutnya, kekuatan tulisan tersebut terletak pada pengalaman nyata yang dialami langsung oleh sang penulis.
“Saya bangga membaca surat itu. Dari tulisannya terlihat bahwa dia benar-benar memahami bagaimana ayahnya bekerja dan menjadikan sosok ayahnya sebagai panutan. Itu sangat menyentuh,” kata Argya.
Ia juga menegaskan proses penilaian lomba dilakukan sepenuhnya oleh panitia secara independen tanpa campur tangan pihak kepolisian.
“Selamat kepada para juara. Penilaian ini murni dilakukan oleh panitia, sehingga tidak ada intervensi ataupun intimidasi dari pihak kepolisian,” ujarnya.
Bagi Qieeran, trofi juara mungkin hanya akan menjadi kenangan. Namun, kesempatan menyampaikan rasa bangga kepada sang ayah melalui selembar surat sederhana menjadi hadiah yang jauh lebih bermakna. (pyd)