Batamline.com, Batam – Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) mulai menerjang Kota Batam. Kondisi ini membuat BMKG mengimbau masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta meminta pengendara mewaspadai penurunan jarak pandang.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Riska, mengatakan sebaran asap terpantau meluas sejak Senin (28/9/2026) pagi.
“Berdasarkan citra sebaran asap pukul 08.00 WIB, sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga utara,” kata Riska, Senin (28/9/2026).
Pergerakan asap tersebut dipengaruhi kondisi angin di wilayah perairan Kepri yang bertiup dari arah tenggara menuju barat daya.
Kondisi tersebut turut berdampak pada kualitas udara di Batam. Indikator kualitas udara tercatat mencapai 67 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB.
“Kualitas udara di Batam pada Senin pagi ini masuk ke dalam kategori tidak sehat,” terangnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak kabut asap, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
“Masyarakat diminta membatasi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Riska.
Selain menjaga kesehatan, masyarakat diminta mencukupi kebutuhan air putih dan menerapkan pola hidup sehat. Warga yang mulai mengalami gangguan pernapasan juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kabut asap juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan karena dapat mengurangi jarak pandang. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperlambat laju kendaraan ketika melintasi wilayah yang terdampak asap.
BMKG mengingatkan kondisi jarak pandang perlu menjadi perhatian, terutama bagi pengendara yang beraktivitas saat konsentrasi asap meningkat. (Bob)