Home » Jejak Kemanusiaan Jurnalis Batam, Dari Lokasi Bencana ke Panti Asuhan

Jejak Kemanusiaan Jurnalis Batam, Dari Lokasi Bencana ke Panti Asuhan

by Def
0 comments
Jurnalis kota batam

Batamline.com, Batam – Siang itu, halaman Panti Asuhan At-Taqwa di Perumahan Taman Seruni, Batam Kota, terasa lebih hidup dari biasanya. Aroma masakan rumahan bercampur dengan suara tawa anak-anak yang riang. Mereka duduk bersila berbaur dengan para jurnalis Kota Batam yang datang bukan sebagai peliput, melainkan sebagai teman makan siang.

Puluhan anak panti asuhan menyambut hidangan sederhana yang dibawa para jurnalis. Tidak ada kamera menggantung di leher, tidak ada pencatatan cepat di buku kecil. Yang terlihat hanya senyum yang mengembang, cerita-cerita kecil yang membuat suasana hangat, dan doa-doa lirih yang dipanjatkan bersama.

Kegiatan makan bersama itu lahir dari rasa syukur para jurnalis usai menjalankan tugas kemanusiaan di sejumlah wilayah Sumatera. Setelah bekerja menyalurkan bantuan untuk korban banjir dan bencana alam, semangat berbagi itu mereka bawa pulang ke Batam.

“Dengan berbagi, kita menumbuhkan rasa saling menyayangi, baik kepada adik-adik di panti asuhan maupun saudara-saudara kita di daerah bencana,” ujar koordinator kegiatan, Bagas Kara. Baginya, aksi kecil seperti ini menjaga nurani tetap hidup di tengah padatnya rutinitas jurnalistik.

Tidak hanya di panti asuhan, para jurnalis juga menyalurkan 700 kotak nasi ke berbagai titik pada hari yang sama. Masjid Batu Merah, Masjid Al-Nurul Ula, Masjid Polresta Jihadul Mucharom, dan Masjid Nurul Yaqin Tiban Indah menjadi lokasi yang menerima distribusi makanan tersebut. Sambutan hangat dan doa dari masyarakat menambah lengkap suasana kebersamaan hari itu.

Bagi anak-anak Panti Asuhan At-Taqwa, siang sederhana itu menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang ingin berbagi dan hati yang peduli. Bagi para jurnalis, momen ini kembali menegaskan bahwa di balik setiap berita tentang musibah dan perjuangan manusia, empati tetap menjadi nilai yang harus terus dihidupkan.

Sebab berbagi bukan hanya tentang banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi tentang hadirnya ketulusan, kebersamaan, dan harapan yang dibangun bersama.

You may also like

Leave a Comment