Batamline.com, Batam – Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam, Aryanto, mengungkapkan belum adanya respons distributor terhadap rencana penyaluran beras premium dari Bulog.
Hal ini disebabkan sebagian distributor masih memiliki stok beras, meski jumlahnya tidak sebanyak kondisi normal.
Selain faktor ketersediaan stok, Aryanto menilai distributor memiliki sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan menyerap pasokan baru.
“Pasti ada pertimbangan. Pertama soal harga, apakah dianggap wajar, lalu kualitas berasnya seperti apa. Karena setiap distributor punya spesifikasi berbeda untuk masing-masing merek,” ujar Aryanto, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, kualitas beras yang beredar di Batam sangat beragam dan tidak bisa diseragamkan.
Oleh karena itu, ia menilai dialog terbuka antara pemerintah, Bulog, dan distributor menjadi langkah paling realistis untuk menyamakan persepsi.
“Kami menghargai upaya pemerintah melalui Bulog. Nantinya dalam rapat bisa dibahas apa saja yang perlu diperbaiki, kualitas yang dibutuhkan distributor, serta kualitas beras yang akan didatangkan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, rencana mendatangkan 4.000 ton beras premium asal Makassar, Sulawesi Selatan, ke Batam hingga kini belum terealisasi.
Penyebabnya, belum ada distributor di Batam yang menyatakan minat membeli beras tersebut.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, menyebut pengiriman beras akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal direncanakan sebanyak 1.000 ton, dengan syarat sudah ada pembeli di Batam.
“Pengiriman dilakukan bertahap. Tahap awal 1.000 ton, tapi pembelinya di Batam harus sudah ada. Sampai sekarang belum ada,” ujar Guido, Rabu (7/1/2026).
Bulog Batam telah menerima sampel beras premium asal Makassar dan telah menawarkannya kepada sejumlah distributor. Namun hingga kini belum mendapat respons.
“Sampel sudah kami terima dan sudah ditawarkan. Lima distributor yang saya hubungi langsung, sampai sekarang belum ada tanggapan,” ungkapnya.
Guido memperkirakan harga beras premium asal Makassar tersebut jika tiba di Batam berada di kisaran Rp14.500 per kilogram dalam kemasan polos 50 kilogram. Harga tersebut belum termasuk biaya pengemasan ulang sesuai merek masing-masing distributor.
Sementara itu, Bulog Batam sebelumnya telah menyalurkan 48 ton beras premium asal Subang, Jawa Barat, ke pasar Batam. Beras tersebut dipasarkan dengan merek Sentra Rama dan Punakawa, serta telah tersedia di sejumlah gerai ritel modern di Batam, termasuk kawasan Batam Center. (*)
Sumber: Batampos