Home » Arab Saudi Jadi Pasar Potensial, Ekspor Ayam dan Telur RI Masih Terkendala Aturan Sanitari

Arab Saudi Jadi Pasar Potensial, Ekspor Ayam dan Telur RI Masih Terkendala Aturan Sanitari

by Def
0 comments
Ekspos ayam dan telur

Batamline.com, Jakarta – Arab Saudi dinilai sebagai salah satu pasar potensial bagi ekspor produk peternakan Indonesia, khususnya ayam dan telur. Namun, peluang tersebut masih menghadapi tantangan setelah otoritas setempat memberlakukan pembatasan impor unggas dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority/SFDA) diketahui menerapkan larangan impor ayam dan telur dari 40 negara sebagai langkah perlindungan kesehatan masyarakat dan keamanan pangan domestik. Kebijakan ini diberlakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit hewan menular seperti flu burung atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI).

Meski demikian, pemerintah Indonesia menilai kebijakan tersebut bukan bentuk penolakan permanen, melainkan mekanisme sanitari yang lazim dalam perdagangan internasional produk peternakan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan pembatasan impor merupakan langkah kehati-hatian negara tujuan yang berbasis risiko kesehatan hewan.

“Kebijakan ini merupakan langkah sanitari yang bersifat kehati-hatian dan lazim diterapkan dalam perdagangan internasional produk peternakan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

Momentum Perkuat Standar Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memandang kebijakan Arab Saudi justru menjadi momentum untuk memperkuat daya saing produk unggas nasional di pasar global. Pemerintah saat ini memperketat sistem kesehatan hewan, biosekuriti, serta pengawasan penyakit ternak guna memenuhi standar internasional.

You may also like

Leave a Comment