Home » Gunung Semeru Erupsi 21 Kali Sehari, Abu Vulkanik Membumbung 1.000 Meter

Gunung Semeru Erupsi 21 Kali Sehari, Abu Vulkanik Membumbung 1.000 Meter

Status Siaga, Warga Diminta Waspada Hujan Abu dan Lahar

by Redaksi
Gunung semeru erupsi

Gunung Semeru di Jawa Timur terus menunjukkan aktivitas tinggi. Dalam sehari, gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu dilaporkan mengalami erupsi hingga 21 kali dengan kolom abu vulkanik mencapai 1.000 meter di atas puncak Mahameru. Gunung Semeru

Batamline.com, Lumajang – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat tajam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu mengalami erupsi sebanyak 21 kali dalam periode pengamatan terbaru.

Letusan disertai semburan abu vulkanik tebal setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak mengikuti arah angin.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan aktivitas erupsi masih berlangsung dengan intensitas fluktuatif.

Sejumlah letusan terekam melalui seismograf dengan amplitudo dan durasi bervariasi.

Meski belum ada laporan korban maupun kerusakan akibat erupsi terbaru tersebut, masyarakat di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan abu vulkanik dan banjir lahar saat hujan deras mengguyur kawasan hulu.

Kepala BPBD Lumajang menyebut arah angin saat erupsi berpotensi membawa abu vulkanik ke sejumlah wilayah sekitar, termasuk kawasan Kabupaten Malang.

“Jika intensitas hujan tinggi, material vulkanik yang menumpuk bisa memicu banjir lahar di aliran sungai berhulu di Semeru,” demikian peringatan yang disampaikan otoritas kebencanaan setempat.

Hingga kini status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Warga diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sempadan sungai karena berpotensi terdampak awan panas guguran maupun aliran lahar yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama saat curah hujan meningkat.

You may also like