Batamline.com, Lingga – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap nahkoda TB Trans Permata 5 yang diduga terjatuh ke laut (man over board) di Perairan Senayang, Kabupaten Lingga. Hingga Selasa (11/2/2026), korban belum ditemukan dan operasi telah memasuki hari kedua.
Korban diketahui bernama Padang Delli Setiyawan (41), warga negara Indonesia yang menjabat sebagai nahkoda kapal tersebut. Ia dilaporkan hilang pada Senin malam (9/2/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang membenarkan adanya laporan tersebut. Informasi awal diterima pada Selasa (10/2/2026) pukul 08.25 WIB dari PLP Tanjung Uban.
“Laporan kami terima pagi hari dari PLP Tanjung Uban terkait dugaan man over board di Perairan Senayang. Setelah menerima informasi, kami langsung mengerahkan tim dari Unit Siaga SAR Lingga,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Lingga yang berjumlah lima personel diberangkatkan pukul 08.45 WIB menggunakan RIB 05 menuju lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan komunikasi, medis (responder bag), serta peralatan evakuasi.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, korban terakhir terlihat berada di kabin kapal sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar pukul 20.00 WIB, saat kru hendak melakukan pergantian jaga, korban tidak merespons panggilan. Setelah dilakukan pencarian di seluruh area kapal, nahkoda tidak ditemukan dan diduga terjatuh ke laut.
Peristiwa tersebut terjadi di koordinat 00° 07’ 04.87” N – 104° 48’ 59.13” E, atau sekitar 51,42 nautical mile dari Unit Siaga SAR Lingga dengan radial 39 derajat.
Memasuki hari kedua operasi (H.2), Selasa pagi pukul 07.30 WIB, Tim SAR Gabungan kembali bergerak sesuai rencana operasi yang telah disusun. Area pencarian diperluas hingga kurang lebih 25 nautical mile dari lokasi kejadian dan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
Kepala Unit Siaga SAR Lingga, Oktarian, menjelaskan pembagian tersebut dilakukan agar pencarian lebih efektif.
“Memasuki hari kedua, area pencarian kami perluas sekitar 25 nautical mile dan dibagi menjadi dua SRU agar penyisiran lebih maksimal,” kata Oktarian.