Home » Batam di Garis Depan Perang Melawan Narkoba, Vape Etomidate dari Malaysia Digagalkan

Batam di Garis Depan Perang Melawan Narkoba, Vape Etomidate dari Malaysia Digagalkan

by Redaksi
Kasus narkotika

Batamline.com, Batam – Posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia kembali menjadi perhatian menyusul terungkapnya dua kasus penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) sepanjang Mei 2026. Salah satunya melibatkan penyelundupan 260 cartridge vape mengandung Etomidate yang dibawa seorang penumpang asal Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Harbour Bay.

Kasus tersebut diungkap petugas Bea Cukai Batam pada Minggu (17/5). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan cartridge vape yang disembunyikan di dalam pakaian yang telah dimodifikasi.

Temuan itu kemudian diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Bea Cukai Batam juga mengungkap penyelundupan 20 gram ganja yang dibawa seorang penumpang melalui Pelabuhan Roro Telaga Punggur. Barang haram tersebut ditemukan di dalam tas selempang pelaku dan selanjutnya diserahkan kepada Polresta Barelang untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, mengatakan pengungkapan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan di wilayah perbatasan, mengingat Batam merupakan salah satu pintu masuk internasional yang memiliki mobilitas orang dan barang yang sangat tinggi.

Menurutnya, kedekatan geografis dengan negara tetangga membuat wilayah Batam memiliki kerawanan tersendiri terhadap berbagai upaya penyelundupan, termasuk narkotika dan prekursor.

“Kolaborasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga wilayah Batam dari berbagai upaya pelanggaran. Kami akan terus memperkuat pengawasan untuk melindungi masyarakat, mendukung iklim usaha yang sehat, serta menjaga penerimaan negara,” kata Agung.

Sepanjang Mei 2026, Bea Cukai Batam mencatat dua penindakan kasus narkotika, psikotropika, dan prekursor. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelanggaran di sektor barang kena cukai maupun pakaian bekas impor, kasus tersebut dinilai memiliki tingkat risiko yang tinggi karena berkaitan langsung dengan ancaman terhadap kesehatan dan keamanan masyarakat.

Sebagai daerah yang berada di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia, Batam menjadi salah satu wilayah strategis yang rawan dimanfaatkan jaringan lintas negara untuk menyelundupkan barang terlarang.

“Karena itu, pengawasan di pelabuhan internasional maupun jalur laut terus diperkuat melalui sinergi antara Bea Cukai, kepolisian, BNN, dan instansi terkait lainnya guna menutup celah masuknya narkotika dan prekursor dari luar negeri ke Indonesia,” ujarnya.

You may also like