Home » Pesta Pernikahan di Batam Berujung Keributan, Dua Kelompok Saling Lempar Batu

Pesta Pernikahan di Batam Berujung Keributan, Dua Kelompok Saling Lempar Batu

by Gara

Batamline.com, Batam – Suasana dini hari di kawasan Jalan Bumi Perkemahan, Kecamatan Nongsa, Batam, mendadak mencekam. Dua kelompok masyarakat terlibat keributan hingga saling lempar batu dan botol di sekitar Gereja Katolik, Minggu (30/8/2026).

Keributan tersebut dilaporkan masyarakat melalui layanan kepolisian 110 sekitar pukul 04.35 WIB. Mendapat informasi itu, anggota piket Mako Polresta Barelang langsung meneruskan laporan kepada AKP Mardalis, S.H.

“Ada informasi masuk ke anggota piket, kami langsung bergerak,” ujar AKP Mardalis.

Di waktu yang hampir bersamaan, AKP Mardalis juga menerima informasi dari piket Polsek Nongsa. Ia kemudian langsung menghubungi Kasat Samapta, unit patroli, serta anggota yang berada di barak untuk segera menuju lokasi.

Tanpa menunggu lama, AKP Mardalis mengenakan pakaian dinas dan bergerak menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 05.00 WIB, ia tiba di lokasi dan mendapati sejumlah massa masih berkumpul di jalan depan gereja. Situasi ketika itu belum kondusif. Kedua kelompok masih terlibat aksi saling lempar batu dan botol.

Bersama personel Polsek Nongsa, anggota patroli Dit Samapta Polda Kepri, serta unit patroli Sat Samapta Polresta Barelang yang telah berada di lokasi, AKP Mardalis langsung melakukan blokade untuk memisahkan massa.

Polisi juga meminta kelompok yang berada di depan gereja untuk mundur agar bentrokan tidak semakin meluas.

“Kami meminta mereka untuk mundur. Karena jika diteruskan akan membuat masalah semakin panjang,” tegasnya.

Setelah massa berhasil didorong mundur, AKP Mardalis kemudian bergerak menuju lokasi tempat salah satu kelompok berkumpul. Ia meminta massa menghentikan aksi pelemparan sekaligus mencoba menggali penyebab keributan.

Dari komunikasi tersebut, polisi mengetahui bahwa di lokasi sedang berlangsung pesta pernikahan. Keributan diduga bermula dari kesalahpahaman saat berlangsung aktivitas berjoget di pesta tersebut.

Tidak lama berselang, Kapolsek Nongsa AKP Eko Chandra tiba di lokasi. Polisi kemudian mengambil langkah persuasif dengan meminta kedua kelompok yang terlibat untuk bersama-sama menuju Polsek Nongsa guna menyelesaikan persoalan melalui mediasi.

Sementara itu, Kasat Samapta Polresta Barelang AKP Satri Putra telah menunggu di Polsek Nongsa. Ia turut berupaya menenangkan salah satu kelompok yang lebih dulu tiba di Mapolsek.

Setelah kedua belah pihak berada di Polsek Nongsa, situasi akhirnya berhasil dikendalikan. Tidak ada lagi aksi saling serang seperti yang terjadi sebelumnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kapolresta Barelang. Arahan diberikan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan tokoh masyarakat dari masing-masing kelompok.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi konflik yang lebih besar sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nongsa.

Di tengah kesibukannya meredam keributan hingga pagi hari, AKP Mardalis bahkan sempat berseloroh mengenai waktu salat Subuh yang ikut bergeser.

“Gara-gara kejadian ini, salat Subuh tadi jadi pukul 05.30 WIB,” ujarnya berseloroh.

Polisi memastikan penanganan dilakukan secara persuasif agar persoalan kedua kelompok dapat diselesaikan dengan baik dan tidak kembali memicu keributan.(*)

You may also like