BATAMLINE.COM, BATAM– Dua jabatan strategis di lingkungan Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengalami pergantian. Mutasi tersebut menempatkan pejabat baru pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).
Perubahan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor Kep/1562/X/2026 tertanggal 10 Oktober 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.
Salah satu nama yang masuk dalam daftar mutasi tersebut adalah Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora. Ia meninggalkan jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri dan mendapat penugasan baru sebagai Dosen Kepolisian Madya Tingkat II di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Posisi yang ditinggalkan Silvester kini dipercayakan kepada AKBP Robby Topan Manusiwa. Sebelum mendapat penugasan baru tersebut, Robby menjabat sebagai Kabidpropam Polda Kepri.
Sementara itu, kursi Kabidpropam Polda Kepri selanjutnya diisi Kombes Pol Oxy Yudha Pratesta, yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Detasemen C Ropaminal Divisi Propam Polri.
Dengan perubahan tersebut, terjadi pergeseran pejabat pada dua bidang yang memiliki fungsi berbeda tetapi sama-sama penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Silvester Dimutasi di Tengah Kabar Pemeriksaan
Pergantian jabatan Silvester menjadi perhatian setelah sebelumnya muncul informasi bahwa perwira menengah Polri tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, sebelumnya membenarkan bahwa Silvester sedang dimintai keterangan oleh Divpropam Mabes Polri.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai persoalan yang mendasari pemeriksaan itu, Nona mengaku belum mengetahui secara pasti perkara yang ditangani karena prosesnya berlangsung di tingkat Mabes Polri.
Informasi yang beredar juga mengaitkan pemeriksaan tersebut dengan pengaduan masyarakat mengenai proyek pengadaan kabel pada salah satu perusahaan swasta di Batam. Pengaduan itu disebut-sebut berkaitan dengan dugaan pemerasan dan persoalan keberpihakan kepada kontraktor tertentu.
Meski demikian, dugaan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Divpropam Mabes Polri. Belum ada pula keterangan resmi yang memastikan adanya hubungan langsung antara pemeriksaan Silvester dan mutasi yang tercantum dalam surat telegram terbaru.
Karena itu, pergantian jabatan ini belum dapat disimpulkan sebagai sanksi atau akibat dari pemeriksaan internal tersebut.(*)