Batamline.com, Batam – Sebuah speedboat jenis Selodang tenggelam akibat cuaca buruk di Perairan Tanjung Rambut, Kabupaten Karimun, Kamis (8/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang penumpang terjatuh ke laut, tiga di antaranya berhasil diselamatkan, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Insiden bermula ketika speedboat bermesin Suzuki 200 PK yang membawa empat orang berangkat memancing dari Pintu Air Kolong menuju Perairan Selat Gelam pada Rabu (7/1/2026) malam. Sekitar pukul 01.00 WIB, cuaca buruk melanda wilayah perairan tersebut. Mesin speedboat dilaporkan mati saat berupaya menepi, hingga kapal dihantam ombak besar dan terbalik.
Akibat kejadian itu, keempat penumpang terjatuh ke laut dan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada jerigen untuk tetap mengapung di tengah gelombang.
Mendapatkan informasi dari masyarakat, unsur TNI Angkatan Laut dari Lanal Tanjung Balai Karimun melalui Patkamla Dolphin bersama Satpolairud Polres Karimun segera bergerak melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di Perairan Tanjung Rambut hingga sekitar Pulau Pandan.
Upaya pencarian membuahkan hasil setelah tiga korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal KM Sempurna di Perairan Pulau Pandan. Ketiga korban tersebut masing-masing bernama Misran (45), Reski Febrian (19), dan Supriyanto (25), yang selanjutnya dievakuasi ke tempat aman.
Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun menyampaikan bahwa operasi pencarian dilakukan secara maksimal sejak laporan diterima. “Begitu mendapatkan informasi adanya kecelakaan laut, kami langsung mengerahkan unsur Patkamla Dolphin untuk melaksanakan pencarian bersama unsur terkait,” ujarnya.
Sementara itu, satu korban lainnya atas nama Zainudin (33), yang merupakan tekong speedboat, hingga akhir pencarian hari pertama belum ditemukan. Operasi SAR masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan yang melibatkan Lanal Tanjung Balai Karimun, Satpolairud Polres Karimun, dan Basarnas Kabupaten Karimun.
“Kami terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terdampar, dengan harapan korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi,” tambahnya.
Operasi pencarian dan pertolongan ini masih berlangsung dan akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. (rdp)