Batamline.com, Batam – Ditreskrimsus Polda Kepri mengungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite di Kota Batam. Dalam kasus ini, tiga orang tersangka berinisial HM, TS, dan DS berhasil diamankan.
Ketiga tersangka diduga menyalurkan BBM bersubsidi ke kawasan industri yang tidak berhak menerimanya. Pengungkapan kasus ini bermula dari aktivitas mencurigakan terkait distribusi BBM subsidi di sejumlah SPBU.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Silvester, menjelaskan para pelaku menggunakan modus surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mendapatkan BBM subsidi.
“Para tersangka melangsir BBM subsidi dengan membawa surat rekomendasi untuk pengisian di SPBU Tamiang dan SPBU Sei Harapan, Sekupang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Dalam menjalankan aksinya, para tersangka menggunakan kendaraan pick up untuk mengangkut BBM. Dari hasil penindakan, polisi menyita 44 jeriken berisi sekitar 1.452 liter pertalite.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan BBM subsidi tersebut dikumpulkan, kemudian dijual kembali ke kawasan industri dengan memanfaatkan selisih harga guna memperoleh keuntungan.
“Keuntungan diperoleh dari margin penjualan BBM subsidi kepada pihak industri yang seharusnya tidak berhak,” kata Silvester.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Pasal 55 KUHP terkait penyertaan tindak pidana.
Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait dugaan penyalahgunaan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh Disperindag.
Sementara itu, Sales Manager Area Pertamina Kepri, Bagus Handoko, menyatakan pihaknya telah menerapkan sistem pengawasan berlapis dalam pendistribusian BBM subsidi guna mencegah penyimpangan.
“Pertamina saat ini menggunakan sistem QR Code yang terintegrasi dengan BPH Migas. Sekitar 90 persen penyaluran BBM subsidi di Batam sudah terpantau,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan surat rekomendasi masih menjadi salah satu syarat dalam pengisian BBM subsidi di SPBU. Namun demikian, pengawasan terus diperketat agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
“Evaluasi rutin terus dilakukan dan kami juga menggandeng berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan,” katanya.