Batamline.com, Batam – Viral di media sosial soal dugaan aksi begal di kawasan Sei Temiang, Kecamatan Batu Aji, ternyata tidak benar. Kepolisian Sektor Batu Aji memastikan informasi yang sempat membuat resah masyarakat itu merupakan hoaks.
Hasil penelusuran polisi mengungkap bahwa peristiwa yang dialami seorang pria bernama Fadil (22) bukan kasus pembegalan, melainkan insiden perkelahian yang terjadi di kawasan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung.
Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagio, mengatakan klarifikasi tersebut disampaikan setelah pihaknya melakukan pengumpulan informasi terkait video dan unggahan yang viral di media sosial.
“Peristiwa tersebut bukan terjadi di kawasan Temiang, melainkan di Sei Lekop, Kecamatan Sagulung,” kata Bayu.

Fadil, penyebar informasi jadi korban begal akhirnya minta maaf
Bayu menjelaskan, Fadil sebelumnya mengaku menjadi korban begal di kawasan Temiang. Namun setelah ditelusuri, kejadian yang sebenarnya adalah kasus penganiayaan.
“Bukan pembegalan, melainkan penganiayaan. Korban sudah kami arahkan membuat laporan ke Polsek Sagulung (red, peristiwa terjadi di wilayah hukum Polsek Sagulung) dan saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Kasus tersebut kini ditangani Polsek Sagulung guna mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam perkelahian tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, cermat, dan teliti sebelum menyebarluaskan informasi di media sosial,” pintanya.
Sementara itu, Fadil juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas informasi yang sempat ia sebarkan. Ia mengakui narasi mengenai aksi begal di Temiang yang diunggahnya tidak sesuai fakta.
Menurut pengakuannya, kejadian yang dialaminya merupakan insiden perkelahian di Sei Lekop, bukan tindak kriminal begal seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
“Saya minta maaf atas status (media sosial) yang buat. Status yang buat dibegal, sementara saya bukan dibegal. Saya berkelahi sama orang di Sei Lekop,” ujarnya.
Tak hanya kepada masyarakat, Fadil juga meminta maaf kepada pihak kepolisian karena unggahannya memicu keresahan dan kepanikan publik.
“Saya minta maaf kepada bapak Kapolda, bapak Kapolsek yang telah melihat postingan saya, saya minta maaf,” ucapnya di Mapolsek Batu Aji. (Bob)