Batamline.com, Batam – Kepolisian Sektor (Polsek) Batuaji memastikan video viral yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong membawa senjata tajam di kawasan MKGR, Batuaji, Batam, merupakan informasi bohong atau hoaks.
Hasil penyelidikan menunjukkan video tersebut merupakan rekayasa visual yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo menyampaikan klarifikasi tersebut pada Sabtu (6/6/2026) setelah video itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan ramai beredar di media sosial maupun grup percakapan.
“Dari hasil penelusuran mendalam yang dilakukan personel Polsek Batuaji, kami pastikan bahwa narasi dalam video tersebut tidak benar atau hoaks,” kata Bayu, Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, video tersebut dibuat oleh seorang anak di bawah umur menggunakan aplikasi berbasis AI. Dalam proses penyuntingan, pembuat video menambahkan sosok berkostum menyerupai pocong yang tampak membawa parang di sekitar kawasan MKGR.
“Video tersebut dibuat menggunakan aplikasi AI, kemudian diedit dengan memasukkan gambar seseorang berkostum seperti pocong yang membawa parang,” ujarnya.
Bayu menjelaskan, video itu awalnya hanya dibagikan di sebuah grup WhatsApp warga setempat. Namun, dalam waktu singkat konten tersebut menyebar luas ke berbagai platform digital dan memunculkan beragam spekulasi di masyarakat.
Menyikapi hal itu, Polsek Batuaji mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di internet. Warga diminta melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun membagikan suatu konten.
“Kami meminta masyarakat membiasakan prinsip cek, recheck, dan cross-check terhadap setiap informasi yang diterima. Penyebaran konten yang belum terverifikasi berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan serta memicu kepanikan yang tidak perlu,” tegas Bayu.
Ia berharap klarifikasi tersebut dapat mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Polisi juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital seiring semakin berkembangnya teknologi AI yang mampu menghasilkan gambar maupun video yang tampak meyakinkan meski tidak sesuai fakta. (Bob)