Home » SPMB Tahap II Dibuka, Pemprov Kepri Pastikan Ribuan Kursi SMA Negeri di Batam Masih Tersedia

SPMB Tahap II Dibuka, Pemprov Kepri Pastikan Ribuan Kursi SMA Negeri di Batam Masih Tersedia

by Redaksi
SPMB Tahap II Dibuka

Batamline.com, Batam — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta para orang tua calon murid yang belum lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I tidak panik. SPMB Tahap II resmi dibuka pada 6–8 Juli 2026 dengan ribuan kursi SMA negeri, khususnya di Kota Batam, masih tersedia.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan calon murid yang belum diterima pada tahap pertama masih memiliki kesempatan untuk memperoleh sekolah negeri.

“Yang belum diterima pada tahap pertama masih memiliki kesempatan pada tahap kedua. Orang tua kami harapkan bersabar dan tidak memaksakan anak masuk ke sekolah yang kuotanya sudah penuh,” kata Andi Agung, Senin (6/7/2026).

Pada SPMB Tahap II, calon murid tidak perlu mengunggah ulang dokumen. Mereka hanya diminta memilih sekolah yang masih memiliki daya tampung.

Andi mengimbau masyarakat mulai mengubah pola pikir mengenai sekolah favorit. Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemerataan kualitas pendidikan sehingga mutu sekolah negeri semakin merata.

Ia menjelaskan, seluruh proses SPMB diawasi oleh Inspektorat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta Ombudsman. Pengawasan dilakukan mulai dari pendaftaran, verifikasi dokumen hingga penetapan hasil seleksi agar berlangsung transparan dan sesuai ketentuan.

Verifikasi dilakukan terhadap seluruh persyaratan, seperti dokumen domisili, sertifikat prestasi, dan administrasi lainnya. Khusus jalur domisili, perpindahan alamat wajib telah berlaku minimal satu tahun.

Hingga kini, sekitar 30 ribu calon murid telah mengikuti pendaftaran SPMB di seluruh Kepri. Dari jumlah tersebut, sekitar 26.800 hingga 26.900 siswa telah menyelesaikan daftar ulang di jenjang SMA dan SMK.

Sebagai alternatif, Pemprov Kepri juga mengintegrasikan 14 sekolah swasta ke dalam sistem pendaftaran daring. Sejauh ini, sekitar 20 calon murid telah memilih sekolah swasta melalui sistem tersebut.

Andi mengatakan proses daftar ulang telah rampung di sebagian besar daerah. Sementara di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun, prosesnya masih berlangsung. Adapun Kabupaten Bintan telah menyelesaikan seluruh tahapan.

Ia menegaskan pelaksanaan SPMB mengacu pada Surat Edaran KPK Nomor 7 Tahun 2026 yang mengharuskan proses penerimaan murid baru dilakukan secara transparan, objektif, dan sesuai aturan.

“Tentu dalam sebuah sistem pasti ada kendala. Kalau memang ada kekurangan dalam pelaksanaannya, mari kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Andi optimistis seluruh anak di Kepulauan Riau tetap memperoleh akses pendidikan. Di Kota Batam, dari sekitar 30 SMA negeri, baru lima sekolah yang kuotanya telah penuh, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, SMA Negeri 8, dan SMA Negeri 20. Sementara sekolah negeri lainnya masih menyediakan sekitar 2.300 kursi.

Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMK. Pada 2026, sekitar 62 persen calon murid memilih SMK, sedangkan 38 persen memilih SMA. Angka itu meningkat dibanding 2025, saat komposisinya 52 persen di SMK dan 48 persen di SMA.

Untuk mengantisipasi tren tersebut, Pemprov Kepri telah menyiapkan pembangunan dua SMK baru di Kota Batam yang akan dilengkapi sarana praktik dan fasilitas pendukung pembelajaran.

“Tren peningkatan minat ke SMK sangat tinggi. Kami sudah membaca kondisi itu dan menyiapkan berbagai strategi agar kebutuhan pendidikan vokasi dapat terpenuhi,” kata Andi.

You may also like