Home » Darfur Mengajarinya Kemanusiaan, Laut Batam Mengajarinya Perbatasan, dan Kini Kompol Kade Kembali ke Reserse

Darfur Mengajarinya Kemanusiaan, Laut Batam Mengajarinya Perbatasan, dan Kini Kompol Kade Kembali ke Reserse

by Redaksi
Kompol Kade Krimsus Kepri

Batamline.com, Batam – Estafet pengabdian itu kembali berpindah tangan. Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, Kompol I Kade Dwi Suryawandika, S.I.K., M.M., M.H., resmi meninggalkan jabatan sebagai Kasat Polairud Polresta Barelang.

Dalam serah terima jabatan yang digelar di Rupatama Wicaksana Laghawa Polresta Barelang, jabatan tersebut diserahkan kepada AKP Asril.

Setelah hampir tiga tahun bertugas di satuan kepolisian perairan, Kade kini kembali dipercaya mengemban amanah di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau.

Kompol Kade Krimsus Kepri

Kompol I Kade Dwi Suryawandika saat sertijab di Mapolresta Barelang

Penugasan tersebut bukan bidang yang asing baginya. Sebagian besar perjalanan karier Kade justru dibentuk dari dunia reserse, termasuk kriminal khusus.

Baca: Melesat Bak Bintang, Jejak Karier Kompol M Debby Tri Andrestian dari Kotabumi ke Batam hingga Sespimmen

Perjalanan itu bermula dari Balikpapan, ketika Kade tumbuh sebagai putra seorang tamtama Polri. Dari sana, langkahnya membawanya ke Kalimantan Selatan, Darfur, Jakarta, hingga Batam.

Berbagai medan telah dilewati. Dari wilayah konflik, ruang penyelidikan, dunia siber, hingga perairan perbatasan.

Kini, ia kembali ke dunia kriminal khusus, bukan sebagai orang baru, melainkan sebagai perwira yang membawa pengalaman dari berbagai medan pengabdian.

Catatan pengabdian

Kompol I Kade Dwi Suryawandika pernah bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan dan Polda Metro Jaya. Ia juga pernah dipercaya memimpin Satreskrim Polres Tapin.

Karena itu, kembalinya Kade ke Krimsus Polda Kepri menjadi babak baru yang mempertemukan pengalaman panjangnya dalam penegakan hukum dengan tantangan kriminalitas di Kepulauan Riau.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas kepercayaan yang kembali diberikan pimpinan. Bagi saya, setiap penugasan adalah amanah sekaligus kesempatan untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik. Apa pun tugas yang diberikan, saya akan berusaha menjalankannya dengan penuh tanggung jawab untuk masyarakat dan institusi Polri,” ujar Kade.

Dedikasi, Kemanusiaan dan Penghargaan

Kepercayaan tersebut datang setelah Kade menyelesaikan tugas sebagai Kasat Polairud Polresta Barelang dengan sejumlah catatan pengabdian.

Selama periode 2024 hingga 2026, jajaran yang dipimpinnya mengembalikan 64 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Kompol Kade Krimsus Kepri

I Kade Dwi Suryawandika saat bertugas di Satpolairud Polresta Barelang

Polisi juga menetapkan delapan tersangka yang diduga membantu proses keberangkatan tersebut serta melimpahkan dua perkara kepabeanan kepada Bea Cukai.

Kinerja itu mengantarkan Kade menerima penghargaan dari Kapolda Kepri dan Kapolresta Barelang, serta apresiasi dari BP2MI.

Namun, tugas di perairan Batam tidak hanya diisi dengan penindakan. Di sela tugas menjaga wilayah perairan, Kade bersama personelnya kerap turun menemui masyarakat pesisir melalui kegiatan Jumat Berkah. Nasi kotak dan sembako dibagikan kepada warga, termasuk masyarakat di kawasan Batuampar.

Bagi Kade, pendekatan kepada masyarakat menjadi bagian dari tugas kepolisian. Di tengah penegakan hukum, ada masyarakat yang perlu dirangkul dan dibantu.

Sisi kemanusiaan itu pula yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai polisi.

Jauh sebelum mengenal karakteristik perairan Batam, Kade pernah menjalankan tugas di wilayah konflik yang berjarak ribuan kilometer dari Indonesia.

Darfur, Sudan

Pada 2017 hingga 2018, ketika masih berusia sekitar 25 tahun, Kade bergabung dalam Formed Police Units (FPU) Garuda Bhayangkara Indonesia gelombang IX untuk menjalankan misi perdamaian di Darfur, Sudan.

Sebelum berangkat, ia menjalani pelatihan di Cikeas, Bogor, selama lima bulan, kemudian mengikuti Training of Trainer (TOT) FPU di Vicenza, Italia.

Kompol Kade Krimsus Kepri

I Kade Dwi Suryawandika bergabung dalam Formed Police Units (FPU) Garuda Bhayangkara Indonesia gelombang IX untuk menjalankan misi perdamaian di Darfur, Sudan

Penugasan tersebut meninggalkan cerita pribadi yang tidak mudah dilupakan. Ketika berangkat menuju Afrika, istrinya tengah mengandung anak pertama mereka. Sang anak lahir ketika Kade masih dalam perjalanan menuju lokasi penugasan.

“Waktu itu saat berangkat, pas saya dalam pesawat, anak istri saya melahirkan anak pertama,” kenangnya.

Di Darfur, ia bertugas melakukan patroli di wilayah Al-Fasher sekaligus terlibat dalam kegiatan kemanusiaan untuk membantu masyarakat setempat.

Kompol Kade Krimsus Kepri

I Kade Dwi Suryawandika dalam misi perdamaian di Darfur, Sudan

Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu bagian penting yang membentuk cara pandangnya terhadap tugas kepolisian.

“Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama bertugas di sana, terutama tentang rasa kemanusiaan. Jiwa kemanusiaan saya sebagai manusia ditempa di sana,” tuturnya.

Segudang Pengalaman di Dunia Reserse

Sepulang dari Darfur pada 2018, Kade kembali ke dunia reserse. Ia bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan hingga 2020.

Pada 2020, ia dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Tapin. Di posisi tersebut, Kade menangani sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik.

Salah satu yang paling menonjol adalah pengungkapan kasus meninggalnya NR, remaja berusia 17 tahun yang merupakan cucu mantan Bupati Tapin.

Kematian NR sempat menjadi misteri. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengidentifikasi Maulid Akbar alias Alid sebagai pelaku.

Tim gabungan Macan Kalsel dan Serigala Tapin akhirnya menemukan pelaku yang bersembunyi di rumah neneknya di Desa Batang Kulur, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa korban mengetahui aksi pelaku ketika hendak melakukan pencurian di rumah korban.

Pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu catatan penting Kade selama memimpin Satreskrim Polres Tapin.

Jajarannya juga menangani kasus pelecehan terhadap anak yang sempat menjadi perhatian luas di media sosial.

Atas penanganan perkara tersebut, Kade menerima tiga penghargaan dari Gerakan Nasional Polri Sahabat Anak oleh Kak Seto, Komnas Perlindungan Anak, dan Polisi Selebriti.

“Penghargaan itu kita dapat atas dedikasi Satreskrim Polres Tapin terhadap penanganan kasus anak, baik sebagai korban maupun pelaku,” ujarnya kala itu.

Setelah sekitar delapan tahun mengabdi di Kalimantan Selatan, perjalanan Kade berlanjut ke Polda Metro Jaya.

Ia kembali ditempatkan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus dengan tugas di bidang siber dan industri perdagangan.

Pengalaman tersebut memperluas cakupan pengetahuannya di bidang kriminal, dari perkara pidana di wilayah hingga kejahatan yang berkembang melalui teknologi dan aktivitas perdagangan.

Pada Oktober 2023, Kade kemudian pindah ke Polda Kepri. Ia mendapat tugas di bidang kepolisian perairan dan kemudian dipercaya menjadi Kasat Polairud Polresta Barelang.

Batam menjadi ruang pengabdiannya selama hampir tiga tahun. Di sana, pengalaman reserse yang dimilikinya bertemu dengan tantangan wilayah kepulauan. Jalur perairan yang menjadi penghubung antardaerah sekaligus berbatasan dengan negara tetangga menuntut pengawasan dan penindakan yang konsisten.

Di sisi lain, ia tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat pesisir melalui kegiatan sosial.

Kini, setelah tugas tersebut diselesaikan, Kade kembali ke bidang yang sejak lama menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Bagi Kade, amanah baru itu bukan titik awal. Ia datang dengan pengalaman panjang.

Kalimantan Selatan memberinya pengalaman memimpin reserse dan mengungkap perkara yang menjadi perhatian publik.

Polda Metro Jaya mempertemukannya dengan persoalan siber dan industri perdagangan.

Darfur mengajarinya tentang kemanusiaan.

Sementara Batam memberinya pengalaman menghadapi kejahatan melalui jalur perairan sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat pesisir.

Kini, seluruh pengalaman itu menjadi bekal ketika ia kembali dipercaya bertugas di Krimsus Polda Kepri.

“Saya tentu bersyukur bisa kembali dipercaya menjalankan tugas di bidang yang pernah saya tekuni. Mudah-mudahan pengalaman dari penugasan sebelumnya dapat menjadi bekal untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Saya mohon dukungan dari seluruh anggota dan masyarakat,” ucapnya.

Estafet itu kembali berpindah. Namun, arah pengabdiannya tetap sama, menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Defrizal)

You may also like