Batamline.com, Batam – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Batam, Sabtu (10/10/2026), belum mampu mengikis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat, sementara jarak pandang di sekitar Bandara Hang Nadim sempat menurun hingga 3 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sejumlah kecamatan. Namun, kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan sebaran asap.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Rayi Anggraeni, menjelaskan hujan yang terjadi merupakan proses alami akibat kondisi atmosfer, bukan hasil rekayasa cuaca.
“Terkait hujan yang saat ini terjadi di Batam bukan merupakan hujan buatan, melainkan karena faktor konvektif dan dinamika atmosfer. Hujan yang terjadi tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kabut asap di Kota Batam,” ujar Rayi saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).
Wilayah yang terpantau diguyur hujan meliputi Kecamatan Sekupang, Lubuk Baja, Seibeduk, Batuampar, Nongsa, Batuaji, dan sejumlah kawasan di sekitarnya.
Meski hujan turun di beberapa titik, kabut asap masih menyelimuti berbagai wilayah di Batam.
Jarak pandang di sekitar bandara turun menjadi 3 kilometer
Selain mengurangi kenyamanan masyarakat saat beraktivitas, kabut asap juga berdampak terhadap jarak pandang, terutama di kawasan sekitar transportasi udara.
“Pada pukul 15.00 WIB, kabut asap berdampak pada penurunan jarak pandang hingga 3 kilometer di area sekitar bandara,” kata Rayi.
Penurunan visibilitas tersebut menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai di tengah kondisi udara yang masih tercemar asap karhutla.
PM2,5 mencapai 99,9 mikrogram per meter kubik
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kualitas udara. Berdasarkan data pemantauan BMKG pada pukul 13.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2,5 di Batam tercatat mencapai 99,9 mikrogram per meter kubik.
Partikel PM2,5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Dengan konsentrasi tersebut, kualitas udara Batam dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus ketika harus beraktivitas di luar. Pengguna jalan juga perlu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah jarak pandang yang berkurang.
Hujan yang turun di sejumlah kawasan memang membawa harapan bagi warga yang terdampak kabut asap. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memperbaiki kualitas udara secara signifikan.
Selama kabut asap masih bertahan, masyarakat diminta tetap memperhatikan informasi kualitas udara dan perkembangan cuaca dari sumber resmi, serta mengutamakan perlindungan kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Bob)