Batamline.com, Batam – Sebanyak 17 kontainer yang hanyut dari kapal kargo MV Golden Star 1 berhasil terdeteksi di perairan Batam dan Singapura setelah kapal tersebut mengalami kebocoran hingga tenggelam di perairan Selat Singapura.
Dari total 107 kontainer yang terlepas ke laut, tujuh kontainer ditemukan di sekitar perairan Nongsa dan Sambau, Kota Batam. Sementara 10 kontainer lainnya terdeteksi oleh otoritas maritim Singapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban, Alfaizul, mengatakan pencarian dan pengamanan kontainer masih terus dilakukan guna mencegah gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
“Hari ini kami menemukan tujuh kontainer di sekitar laut Nongsa dan Sambau,” kata Alfaizul, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Alfaizul, koordinasi dengan otoritas maritim Singapura atau Maritime and Port Authority (MPA) Singapore juga terus dilakukan untuk memantau pergerakan kontainer yang hanyut.
“Kami mendapat informasi dari MPA Singapura bahwa telah ditemukan 10 kontainer yang hanyut tersebut,” ujarnya.
MV Golden Star 1 diketahui mengalami kebocoran hebat pada bagian haluan (forepeak) dalam waktu singkat hingga menyebabkan kapal kehilangan stabilitas. Akibat insiden tersebut, sebanyak 107 kontainer muatan terlepas dan hanyut ke laut.
Meski demikian, hasil pemantauan di lokasi tenggelamnya kapal menunjukkan tidak ditemukan dampak pencemaran lingkungan yang signifikan.
“Untuk pantauan saat ini, dampak pencemaran lingkungannya nihil,” kata Alfaizul.
Sementara itu, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Khusus Batam, Yuzirwan Nasution, membenarkan insiden tenggelamnya kapal berbendera Tanzania tersebut.
Ia menjelaskan seluruh awak kapal berhasil diselamatkan. Sebanyak sembilan kru yang seluruhnya warga negara Indonesia telah dievakuasi dan diserahkan kepada Karantina Kesehatan Pelabuhan untuk penanganan lebih lanjut.
“Kejadiannya semalam. Kapal berbendera Tanzania. Semua ABK kapal sudah diselamatkan dan kami serahkan ke Karantina Kesehatan Pelabuhan,” ujar Yuzirwan.
Kapal yang dinakhodai Ageng Sulistiawan itu diketahui berlayar dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia, sebelum mengalami insiden di perairan Selat Singapura.
Hingga Sabtu sore, tim PLP masih melakukan pengamanan dan evakuasi kontainer yang mengapung untuk mengantisipasi risiko tabrakan dengan kapal penumpang maupun kapal niaga yang melintas di jalur pelayaran internasional tersebut.