Batamline.com, Batam – Langit di kawasan Batam Centre, Jumat siang, tampak muram. Awan hitam yang sejak pagi menggantung akhirnya pecah menjadi hujan deras. Sebagian pengendara memilih menepi, mencari tempat berteduh sambil menunggu cuaca bersahabat.
Namun, di tengah guyuran hujan yang membasahi jalanan, seorang pria berseragam batik justru terlihat berdiri di pinggir jalan. Sesekali ia melangkah mendekati pengendara ojek online yang berhenti di bahu jalan, lalu menyerahkan kotak makanan dengan senyum hangat.
Pria itu adalah Yosef Parlindungan, pegawai Kantor Imigrasi Batam. Hujan yang turun tanpa jeda tak menyurutkan niatnya untuk menjalankan kegiatan “Jumat Berkah”, sebuah aksi sederhana yang ia yakini dapat menghadirkan kehangatan bagi mereka yang sedang berjuang mencari nafkah.
Dengan wajah yang sesekali terkena tempias hujan, Yosef menyapa para pengemudi ojek online dan masyarakat yang ditemuinya. Bagi dia, berbagi tak harus menunggu keadaan menjadi sempurna.
“Kondisi saat ini memang belum sepenuhnya stabil. Di lapangan, saya melihat langsung bagaimana perjuangan rekan-rekan pengemudi ojek online dan masyarakat kecil untuk sekadar menutup kebutuhan harian. Jika kita punya sedikit kelebihan, mengapa harus menunggu ekonomi pulih untuk sekadar berbagi,” ujar Yosef di sela-sela kegiatan.
Di kota yang dikenal sebagai pusat industri dan perdagangan itu, denyut kehidupan tak selalu berjalan mulus bagi semua orang. Di balik gedung-gedung tinggi dan geliat investasi, masih banyak masyarakat yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
Kesadaran itulah yang mendorong Yosef untuk terus menebar kepedulian. Baginya, satu kotak nasi mungkin tak mampu mengubah keadaan secara besar-besaran, tetapi perhatian dan rasa kemanusiaan dapat menjadi penyemangat bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
Ia pun menepis anggapan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mencari perhatian. Menurutnya, jabatan sebagai aparatur negara tidak menghapus tanggung jawab sebagai sesama manusia.
“Harapan saya sederhana, semoga ekonomi cepat pulih sehingga roda kehidupan masyarakat kecil kembali berputar lebih kencang. Tetaplah berbuat baik, karena dalam situasi sesulit apa pun, berbagi adalah cara terbaik untuk tetap menjadi manusia,” katanya.
Bagi Ahmad (42), seorang pengemudi ojek online, kehadiran Yosef di tengah hujan deras menjadi kejutan yang tak disangka. Sejak pagi, ia mengaku belum banyak mendapatkan penumpang.
“Jujur, hari ini sepi sekali. Tapi ada perasaan dihargai. Di tengah ekonomi yang sulit begini, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi kami orang kecil,” tutur Ahmad.
Di tengah derasnya hujan yang mengguyur Batam Centre siang itu, tak hanya air yang turun dari langit. Ada pula kepedulian yang hadir dalam bentuk sederhana, dibungkus dalam kotak makanan dan dibagikan dengan ketulusan.
Sebab bagi sebagian orang, kehangatan tak selalu datang dari teriknya matahari. Terkadang, ia justru hadir di tengah hujan, melalui tangan-tangan yang memilih untuk tetap berbagi.