“Hari ini sudah ada yang menerima pencairan dana dan kemungkinan besok mulai beroperasi kembali,” ujarnya.
Menurut dia, penghentian sementara hanya memengaruhi kegiatan produksi dan distribusi makanan. Sementara tenaga kerja inti di setiap SPPG tetap menjalankan tugas seperti biasa.
“Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan tetap datang bekerja walaupun tidak ada produksi maupun distribusi makanan. Mereka tetap menyelesaikan laporan dan administrasi,” kata Anindita.
Data Regional SPPG Kepri mencatat terdapat 237 titik SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Kota Batam menjadi daerah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 144 titik, disusul Kabupaten Karimun 29 titik, Kota Tanjungpinang 24 titik, Kabupaten Bintan 19 titik, Kabupaten Natuna 12 titik, Kabupaten Lingga tujuh titik, serta Kabupaten Kepulauan Anambas tiga titik.
Pihak Regional SPPG Kepulauan Riau berharap seluruh dapur MBG yang saat ini berhenti sementara dapat kembali beroperasi setelah proses pencairan dana dari Badan Gizi Nasional selesai dilakukan.
Terkait munculnya spekulasi yang mengaitkan keterlambatan pencairan dana dengan kasus hukum yang tengah menjerat sejumlah mantan pejabat BGN di Jakarta, Defri mengaku belum dapat memastikan adanya keterkaitan tersebut.
“Kurang tahu alasan sebenarnya. Mungkin saja karena perubahan struktural di BGN atau mungkin juga terkait hal-hal lain. Nanti kami informasikan lagi,” kata Defri. (Bob)